Lalu, garis waktu kehidupan bergerak memasuki fase yang paling ganjil dalam sejarah modern manusia. Akhir tahun 2019 perlahan melebur menjadi awal tahun 2020, membawa sebuah perubahan besar yang tidak pernah diantisipasi oleh satu orang pun di seluruh penjuru bumi.
Dunia mendadak berubah haluan secara drastis. Layar televisi di ruang tengah kami, yang biasanya menayangkan drama sinetron usang atau acara gosip murahan, kini dipenuhi oleh wajah-wajah pembawa berita yang tegang, menyampaikan rentetan informasi tentang penyebaran sebuah virus baru yang mematikan. Istilah-istilah medis asing seperti 'pandemi', 'karantina', dan 'korona' mendadak menjadi kosakata wajib yang diucapkan setiap hari.
Gelombang ketakutan massal mulai merayap masuk ke dalam sela-sela kehidupan masyarakat. Orang-orang mulai memborong masker medis hingga harganya melonjak tidak masuk akal, hand sanitizer menjadi barang mewah yang diburu di setiap minimarket, dan jalanan kota Bandung yang biasanya macet total oleh deretan kendaraan, mendadak berubah menjadi lengang, sepi, dan mati.
Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan ekstrem: seluruh aktivitas belajar-mengajar di sekolah dihentikan secara fisik dan dialihkan ke rumah masing-masing menggunakan sistem daring atau online.