Bandung, Balada, dan Bait yang Pecah

Rika Ismayanti
Chapter #25

BAB 24: Gerbang Bumi Siliwangi dan Kemenangan Pertama

"Ilmu pengetahuan mengajarimu cara mengukur luasnya dunia dengan angka, namun kekuatan mental diuji saat kamu harus berdiri tegak di antara bayang-bayang yang tak terhitung."

Langkah kakiku terasa mantap namun diiringi getaran halus di dada saat pertama kali melewati gerbang ikonik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bumi Siliwangi, Bandung. Udara pagi Isola yang sejuk dan bersih menyambutku, membawa aroma tanah basah dan dedaunan subur dari pepohonan tua yang berjejer rapi, seolah-olah alam sedang berbisik mengucapkan selamat datang kepada perantau ilmu yang baru. Statusku kini telah resmi berubah di atas selembar kertas putih berperekat. Di sana tertulis namaku, bersanding dengan program studi yang sangat kupilih dengan penuh kesadaran dan kebanggaan: Sains Informasi Geografi. Sebuah jurusan yang modern, terlihat keren, elegan, namun menuntut logika berpikir yang keras karena kami dididik untuk memetakan bumi, mengolah data satelit, dan menganalisis fenomena spasial secara ilmiah.

Namun, romansa manis menjadi mahasiswi baru tidak bertahan lama. Sebelum resmi duduk di ruang kuliah yang nyaman dengan tenang, aku dan teman-teman seangkatanku harus melewati gerbang pembaptisan yang sesungguhnya: masa pengenalan lingkungan kampus alias ospek. Bagi jurusanku, kata "ospek" bukan sekadar formalitas yang selesai dalam hitungan hari. Kami harus menjalani proses gemblengan fisik dan mental yang berlangsung kurang lebih tiga bulan lamanya di semester satu ini!

Lihat selengkapnya