Sebuah lagu indie terdengar dari balik pengeras suara. Lagu tersebut menguasai pagi di dapur hening yang telah kehilangan aromanya sejak subuh tadi.
Tepat di samping jendela paling belakang dapur, seorang gadis duduk bermalas-malasan sembari memandang ke luar jendela.
"Good morning, Lazy Woman!" ucap seorang lelaki. Ucapan itu bukan lagi semacam ejekan di telinga sang gadis. Ia familiar dengan sebutan itu dari semua penghuni rumah.
"Setidaknya aku yang bangun lebih pagi dan membantu mengisi perut kalian," bantahnya seraya menatap hidangan makanan yang tersaji di atas meja.
Lelaki itu tertawa seraya mengelus-elus pundak adiknya. "Mau bantu abang nggak hari ini?"
"Seperti biasa, asal cocok harganya."
"Tapi mintanya jangan banyak-banyak, ya? Abang lagi bokek. Pengeluaran bulan ini bengkak," ucap pria itu serupa bisikan.
"Tergantung bantuan apa yang harus kuberikan."
Gadis pemalas itu bernama Saras. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara yang kesemuanya tinggal di rumah itu. Dan informasi yang paling penting, semua penghuni rumah belum ada yang menikah satu pun, termasuk Saras.