Blurb
Betapa mudahnya kita memuja ibu sebagai simbol pengorbanan dan mengultuskannya sebagai simbol kesetiaan, tetapi kita sering lupa, atau bahkan enggan mengakui bahwa seorang ibu juga bisa remuk. Di dalam rumah besar Wisma Astana, Ratih dituntut anak-anaknya untuk terus hidup dalam kesepian demi menjaga status sosial dan nama baik keluarga besar peninggalan almarhum suaminya, Baskara Atmadja. Namun, ketika hidupnya terasa makin hampa, Ratih memilih mengambil keputusan besar, menikah lagi dengan Kamajaya, seorang seniman sepuh yang mampu memahami dan memberikan ketenangan di masa tuanya. Keputusan jujur ini seketika memicu badai besar. Anak-anaknya bersekutu melakukan boikot senyap untuk mematahkan mental sang ibu, memaksa Ratih berdiri di batas tabu untuk memilih antara tunduk pada tuntutan keluarga dan tekanan sosial masyarakat, atau mempertahankan hak atas hidup di sisa usianya.