Blurb
Banyak orang yang sibuk mengingatkan bahayanya screen time bagi anak kecil, tapi sedikit yang mengingatkan bahwa screen time jauh lebih berbahaya bagi orang tua.
Masalahnya, Airani terjebak di antara keduanya.
Setelah dia menjadi korban PHK massal dan banting setir bekerja sebagai virtual assistant, orang tuanya beranggapan kerja dari rumah yang dilakukannya adalah perkara gampang. Tinggal duduk di depan laptop, berbicara dalam bahasa Inggris, dan menghasilkan dolar. Lalu dia bisa dimanfaatkan untuk menjaga Nab, keponakannya yang berusia tiga tahun, sekaligus jadi dompet berjalan orang tuanya yang kerap COD barang tidak berguna. Mereka menganggap uang dan waktu Airani banyak. Dan sebagai anak sulung di keluarga, Airani kerap diposisikan sebagai problem solver atas segala masalah di rumah.
Yang keluarganya tidak tahu, masalah-masalah itu membuat ‘baterai" dalam dirinya di ujung tanduk. Bahkan impiannya untuk segera menikah dengan Omeir demi bisa hengkang dari rumah terancam gagal. Dia tidak ingin menyeret orang yang disayanginya ke dalam kemelut keluarganya.