Blurb
Di atas riak gelombang Danau Toba, janji sehidup semati pernah diikrarkan. Bagi sang lelaki, Nurhayati bukan sekadar kekasih, melainkan belahan jiwa yang bayangannya tak pernah luput dari pandangan maupun ingatan—menghiasi hari-hari pagi, siang, dan malam.
Namun, takdir berkata lain. Ketika ikatan cinta tengah berada di puncak keindahannya, badai keluarga dan perjodohan paksa memisahkan mereka. Nurhayati harus melangkah ke pelaminan bersama pria pilihan orang tuanya, meninggalkan sang lelaki dalam kehancuran hati yang tiada terbilang.
Bagaimana seseorang bisa bertahan ketika janji suci runtuh dan pepatah habis manis sepah dibuang menjadi kenyataan yang harus ditelan mentah-mentah? Novel ini menuturkan kisah pilu tentang cinta pertama yang kandas, kepedihan pengkhianatan, dan perjuangan panjang untuk berdamai dengan kenangan yang terus terbayang di mata.