Bab 2 – Bayangan di Pelabuhan
Hening malam di pelabuhan pecah oleh suara ombak yang menghantam dermaga kayu. Lampu-lampu minyak bergoyang tertiup angin laut, menciptakan bayangan panjang yang menari di antara peti-peti kargo.
Aika berdiri di atas tiang kapal tua, matanya mengunci pada sosok Renji yang kini berdiri di tengah dermaga. Wajahnya sebagian tertutup kain, tapi tatapan matanya sama seperti tujuh tahun lalu—hangat, namun kali ini diselimuti misteri.
“Aku kira kau sudah mati,” suara Aika tenang, namun tangannya sudah menggenggam gagang pedang.