Be-tween

sk_26
Chapter #12

Oat Banana Cupcake

"Jangan lupa, besok aku jemput ditempat yang sama di jam yang sama. Oke?"

Poppy mengangguk disertai senyum manis yang terukir, "iya. Hati-hati, Irish ...." Ia lalu turun dari Honda Brio merah itu sambil menenteng kresek di tangan kanan. Menatap lembut ke kaca mobil yang masih terlihat wajah Irish disana.

"Bye, Poppy!" ucapnya diiringi bunyi klakson lalu pergi.

Poppy melangkah tenang memasuki sebuah gang yang tidak terlalu kecil. Bisa dikatakan cukup luas untuk satu orang pejalan dan satu kendaraan roda dua yang melintas bersamaan. Sebetulnya ada akses yang lebih dekat untuk menuju ke rumahnya, tapi Poppy memilih untuk masuk dari arah jalan raya supaya mobil Irish tidak mengalami kesulitan.

Rumah tempat ia tinggal terletak dipaling ujung gang. Diantara beberapa rumah yang ia lalui, hanya rumah Poppy yang berstatus sebagai rumah kontrakan. Dahulu, rumah sewa itu bukan satu-satunya yang berada di paling tepi. Namun semenjak keluarga Dewa pindah ke kelurahan sebelah, rumah kontrakan Poppy menjadi satu-satunya rumah sewa yang masih dimiliki bu Wijaya di lingkungan itu, yang letaknya paling diujung.

Poppy dan Dewa tumbuh serta melalui masa kecil bersama sebagai tetangga dekat, satu tembok bersama. Rumah mereka waktu itu terlihat seperti satu rumah dengan dua pintu masuk. Mereka bermain, bersekolah, dan berbagi seperti keluarga. Ketika usia mereka beranjak sembilan tahun, Poppy benar-benar kehilangan momen itu karena keluarga Dewa memutuskan untuk pindah lalu membeli rumah yang layak. Tapi Dewa tak pernah benar-benar meninggalkan Poppy, ia selalu ada dan akan selalu menjaganya. Seperti yang ia janjikan ketika Poppy menatapnya pias kala itu.

Tanpa mengetuk, Poppy masuk ke rumahnya. "Ayah, Poppy bawain sesuatu buat ayah!" ujarnya sembari melepas sepatu.

Menit berikutnya Broto keluar dari kamarnya, "ayah baru aja mau tidur, Pop. Lu kok lama bener pulangnya?"

"Iya ayah, soalnya tadi Poppy ngobrol bentar sama bokap nyokapnya temen Poppy. Nggak enak dong, kalau Poppy nolak? Masa iya Poppy mau pulang gitu aja." Ia menyerahkan kresek hitam berisikan taperwer itu ke ayahnya. Broto segera memeriksa.

"Lah, ini apaan Pop?"

"Cup cake, kuenya orang kaya. Tadi temen Poppy sendiri yang bikin." ucap Poppy santai.

Lihat selengkapnya