Hari ini Irish membawa Poppy ke sebuah salon kecantikan untuk merombak penampilannya. Sebelumya mereka telah sepakat untuk bertukar posisi selama Irish libur kuliah, atau tepatnya saat Keanu pulang ke Indonesia beberapa hari mendatang. Menurut Poppy, peran yang akan ia mainkan sangat sulit, benar-benar rumit.
Pertama, ia harus mempelajari semua hal-hal yang dilakukan Irish di rumah-atau menjadi orang kaya dengan segala privilege-nya. Kedua, Poppy tidak tahu harus bagaimana menghadapi Keanu. Lalu, yang lebih berat adalah bagaimana ia mengatur perasaannya sendiri saat pertama kali bertemu Lani-wanita yang melahirkannya. Soal Keanu, Poppy tak ambil pusing. Tugasnya hanya membuat laki-laki blasteran itu tidak tertarik padanya. Atau paling jelasnya, Keanu akan menggagalkan perjodohan ini atas kemauannya sendiri. Itu bukan tugas berat menurut Poppy. Yang paling membuatnya bergidik adalah, tentang bagaimana menjadi pribadi yang lembut serta berkelas seperti Irish.
"Oh my God, Poppy, you look so fine ... its beautifull you know?" Irish berdecak kagum. Pupil matanya membesar, bibirnya masih menganga. Sulit mempercayai siapa gadis yang ada di hadapannya saat ini. "Great job!" Ia menepuk telapak tangannya. Senyumnya mengembang sempurna.
Poppy menatap wajahnya di depan cermin tanpa ekspresi apapun, "apaan ... nggak ada yang beda, sama aja." cibirnya, "cuman rambutnya aja yang agak beda."
"Kamu cantik loh, rambutnya sebahu gini." Irish menyandingkan wajahnya sejajar dengan Poppy di depan cermin, "tuh liat ... kita keliatan mirip banget, nggak ada bedanya. Rambut kamu setelah di hair extension jadi lebih bervolume, panjang dan kelihatan lebih feminim." Irish tersenyum puas, "aku yakin, setelah kamu dipoles lagi, terus kamu pakai baju-baju aku ... aku berani jamin nggak bakalan ada yang curiga kalau itu kamu."
"Iya juga. Tapi lo juga harus dandan kaya gue juga dong ... masa iya cuman gue doang? Lu enggak. Pokoknya kita harus totalitas!"
"Tenang aja, habis ini aku juga bakal pendekin rambut aku biar bisa mirip sama kamu, kok." ujarnya dengan mantap.
"Gitu dong!"
Drrt, Drrt ....
"Eh, bentar nih, kaya ada yang nelfon aku. Kamu tunggu sebentar jangan kemana-mana. Nanti stylishnya bakal kesini lagi." kata Irish sembari mengeluarkan ponselnya dari totebag berwarna lilac.