Beautifull stranger

sk_26
Chapter #2

Im sweetie?

Sepulang dari kantor, Gyuri menuju sebuah pusat perbelanjaan. Tujuannya untuk membeli bingkisan kecil untuk putri senior Chae. Gyuri terbiasa pergi ke tampat tempat ramai sendiri sejak masih mahasiswa. Selain memiliki kekasih yang tidak peka, Gyuri juga tipikal orang yang suka melakukan hal apapun sendiri. Baginya, sendiri itu nyaman dan ia bebas menjadi dirinya apa adanya.

Gyuri memutuskan menggunakan eskalator menuju ke lantai dua, sembari mangamati sisi kanan eskalator yang menampilkan vidiotron pilar dengan kecanggihan futuristik. Layar tiga dimensi itu sesekali menampakkan objek seperti sedang menonton televisi versi besar yang begitu nyata. Hal itu tidak perlu dijelaskan lagi karena kecanggihan teknologi memang sudah menyatu dengan mall di zaman serba cepat ini. Tapi, Gyuri merasa tidak asing dengan sesuatu yang baru saja ia saksikan.

"Itu mereka?"

Pilar signage menampilkan iklan album Sugar Boy yang baru rilis dengan terang membuatnya sedikit ternganga. Mengapa? Sebetulnya sudah sering Gyuri datang dan menggunakan eskalator ini. Tapi Sugar Boy tak pernah sekalipun dilihatnya. Semakin ia amati, semakin banyak atribut dan lagu-lagu yang tadi pagi ia dengar bertebaran dimana-mana. Sugar Boy efek telah mewabah, begitu pikirnya.

Ia berjalan cepat menuju sebuah toko Aksesoris bernuansa merah muda selama tiga puluh lima menit, dan memutuskan untuk membeli sebuah syal musim dingin. Pramusaji dengan cekatan membungkus kado lalu Gyuri segera pulang ke apartemen miliknya.

Bisa dibilang, tempat itu lebih layak disebut rumah sewa murah ketimbang sebuah apartemen. Tempat berlantai dua itu berseberangan dengan kedai kopi sederhana milik warga lokal. Para tetangga juga di dominasi para lansia dan buruh pabrik. Tidak ada interaksi berlebihan maupun kesan seperti keluarga selama Gyuri menyewa tempat itu. Tapi hal itu bukan masalah besar baginya. Gyuri tetap bersyukur dengan tempat tinggal yang saat ini ditempatinya.

["Bae, aku sudah pulang dan beli hadiah. Aku ingin sekali makan Galbi."]

Tulisnya pada sebuah chat yang tentu saja pemilik nomor itu adalah Daniel Park. Apakah pesan itu segera mendapat respon? Tentu tidak. Gyuri sangat hapal, dan itu tidak masalah baginya.

Gyuri tak pernah memusingkan perkara seperti itu. Baginya lebih baik mandi lalu bersiap menuju pesta putri Chaeyeong satu jam mendatang. Sebagai pribadi yang sedikit tomboy, Gyuri sering mengalami kesulitan kala menentukan outfit acara-acara serupa. Dress cantik, warna soft, serta payet dan perhiasan bukanlah gayanya, Gyuri berani bersumpah. Ia lebih nyaman pergi dengan celana jeans dan kemeja longgar ketimbang berdandan mencolok.

Taxi yang membawanya kini telah sampai dilokasi. Disana Gyuri disambut oleh si tuan rumah beserta suami dan putrinya.

"Selamat ya ... ini untukmu!" Begitu lengan itu selesai memeluk sekilas tubuh mungil pemilik pesta, kado segera berpindah ke tangan Minji.

"Terima kasih kak," Minji membalas.

"Gyuri, kami jadi merepotkanmu ...." ucap Chaeyeong dengan canggung.

"Tidak kak, hanya bingkisan kecil, semoga Minji menyukainya." Gyuri sedikit malu karena ia tahu hadiah yang ia bawa adalah sesuatu yang terbilang murah.

Gyuri kemudian membaur dengan anak-anak remaja yang berada di sekitaran kolam renang. "Acara seperti ini, senior Chae mengatakan sederhana?!" batinnya. Dari penglihatan Gyuri, Teman-teman Minji adalah golongan kaum menengah ke atas. A.k.a anak orang elit. "Kak Chae pandai menyembunyikan identitasnya."

Ia lalu menuju meja minuman untuk mengambil segelas minuman sirup disana. Gelak tawa dan suara musik berpadu, menghasilkan sebuah harmonika khas pesta sweet seventeen. Gyuri sedikit mengingat saat-saat dirinya dulu berusia seperti mereka. Bebas dan memiliki banyak teman.

"Sedang melakukan observasi?" Suara atasan Lee membuatnya menoleh.

"Tuan Lee ... kau juga disini rupanya!"

"Kupikir tadi kau juga murid SMA sama seperti mereka." canda Lee yang datang bersama istrinya. Gyuri dan istri Lee segera menyapa. Ramah tamah terjadi dengan singkat. Karena saat senior Chae dan suaminya datang, Gyuri kembali asyik dengan kesendirian.

"Mana, aku ingin lihat!"

"Tidak disebutkan siapa laki-laki itu!"

Lihat selengkapnya