Beautifull stranger

sk_26
Chapter #4

Go to Japan

Mereka berdua masuk ke dalam mall yang masih terlalu pagi untuk dikunjungi. Tidak terlalu ramai, dan itu Gyuri sangat nyaman.

Daniel segera menuju ke sebuah toko pakaian, Gyuri mengekor dibelakangnya seperti anak kecil yang pergi bersama pamannya. Seorang pramuniaga membantunya menuju ke sebuah outlet dasi. Begitu masuk, Daniel dengan cepat memutuskan.

Sebuah dasi dengan bahan solid non motif menjadi pilihannya. Ia memilih dua warna, hijau zamrud dan merah metalik. Singkat padat dan jelas! Gyuri yang masih sibuk mengedar pandang ke segala penjuru ruang dan etalase dibuat kagum dengan jalan pikiran pria. Mereka begitu instan mengambil keputusan seputar pakaian.

"Bae, ada dasi bagus disana!" Gyuri menunjuk pada sebuah dasi yang berjajar rapi tergantung. Dasi skinny tie putih gading. Gyuri sangat suka. Tapi suara dering ponsel membuat Daniel menghiraukan Gyuri.

["Baik, saya akan kesana satu jam mendatang. Tolong siapkan berkas dan tempat rapat yang kondusif."] Daniel menutup panggilannya. Berjalan menuju kasir.

"Aku kayaknya ada meeting Rii ... kita makan galbi lain waktu, oke?"

"Okey," Gyuri mengangguk dengan napas yang terbuang kasar.

Mereka berdua lalu berjalan menuju pintu keluar tanpa perlu menanyakan apakah Gyuri ingin membeli sesuatu atau sekedar meminta maaf. Waktu Daniel amatlah berharga. Tiap detik yang dilalui orang-orang dengan berbelanja adalah waktu bagi kliennya untuk bertemu dengannya.

Tidak ada waktu senggang, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk mendengarkan kekasihnya. Dulu Daniel yang sering mengatakan itu pada Gyuri, saat Gyuri masih mengawali tugas. Daniel yang belum naik jabatan sering mengeluh karena kekasihnya tidak pernah punya waktu berdua. Gyuri selalu mengatakan sibuk, maaf dan lain kali. Tapi sekarang, keadaan berbalik. Dan Gyuri hanya bisa bersabar dan bersabar.

"Bae, turunkan aku di toko obat. Pekan depan aku ingin mengunjungi ibuku." ujar Gyuri begitu mobil membelah jalan.

Daniel tersenyum mengiyakan.

"Biar aku pesankan taxi dulu, Rie Rie .... "

"Tidak perlu ... aku bisa melakukannya sendiri. Kau harus segera datang ke kantor, bae. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Lima ratus meter dari Mall, apotek sudah ditemukan."

Gyuri turun dari mobil tanpa Daniel membukakan pintu. Akhir pertemuan mereka, Gyuri melambaikan tangan yang dibalas suara klakson dari mobil Hyundai berwarna perak tersebut.

Tatapan Gyuri begitu sendu menatap mobil itu yang perlahan menjauh. Gyuri segera menyebrang, bukan apotek tempatnya. Di seberang jalan ada kedai Galbi yang sudah buka. Daniel memang tidak peka. Gyuri sengaja menanyakan tadi hanya untuk mengetahui seberapa jauh Daniel mengingat apa yang diinginkan kekasihnya.

"Papan sebesar ini, Daniel tidak bisa membacanya, kah?" Ia menggerutu, berjalan menuju ke arah kedai yang baru saja buka.

"Eoseo Osipsio ... silahkan mau pesan apa!?"

Gyuri mengambil buku menu yang tersedia di meja. Tatapannya tertuju pada sebuah menu bernama Ramen sapi. Selain Galbi, Ramen sapi juga terlihat enak. "Aku mau pesan ini, dan ini ...."

"Baik,"

"Minumnya, teh jeruk!"

Sambil menunggu koki membuatkan menu, Gyuri membuka ponselnya. Notif membanjiri layar. Semua pemberitaan tentang Sugar Boys hampir membuat Gyuri ingin melemparkan ponselnya ke keranjang sampah.

Ia menekan papan nomor yang sangat ia hafal. ["Eomma, ini Gyuri, kau sedang sibuk?"]

["Tidak, aku baru menyelesaikan tanaman di kebun. Ada apa Gyuri?"]

Lihat selengkapnya