Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #3

Bab 3 — Duduk di Belakangnya

Pagi itu gerbang sekolah sudah ramai. Murid-murid baru berdatangan dengan wajah campur aduk—ada yang semangat, ada yang canggung, ada juga yang terlihat masih setengah mengantuk.

Adel berjalan di samping Mama Reyta sampai depan gerbang.

“Adel,” panggil Mama Reyta sebelum putrinya masuk lebih jauh.

Adel berbalik. Mama Reyta membenarkan dasinya yang sedikit miring.

“Mama nggak bisa jemput hari ini,” katanya sambil merapikan kerah baju Adel. “Hati-hati pulang sekolah, ya.”

Adel berdiri tegak dan mengangkat tangan hormat.

“Siap, Panglima.”

Mama Reyta tertawa kecil dan mencubit pipi Adel sebelum pergi.

Kelas terasa sedikit pengap. Bau buku baru bercampur dengan suara kursi yang digeser.

Adel masuk pelan dan langsung melihat satu sosok yang kemarin sempat membuatnya berhenti bernapas beberapa detik.

Anak laki-laki itu duduk di bangku depan, dekat jendela.

Adel melangkah pelan, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia duduk tepat di bangku belakangnya.

Serius… sekelas.

Tangannya menopang dagu, senyum kecil muncul tanpa sadar.

Anak baik memang selalu beruntung, pikirnya sambil menatap punggung anak laki-laki itu.

Tiba-tiba suara teriakan memecah pikirannya.

“Adell!”

Adel terkejut dan menoleh ke arah pintu.

Diana berdiri di sana sambil melambaikan tangan.

Adel langsung berdiri dan menghampirinya.

“Kita nggak sekelas?” tanya Adel dengan wajah kecewa. “Padahal aku berharap kita bisa belajar bareng.”

Diana tertawa kecil.

“Kelasku di sebelah,” katanya santai. “Tenang aja, kita masih bisa main bareng. Nanti makan siang bareng, ya.”

Bel masuk berbunyi.

“Oke,” jawab Adel sambil tersenyum. “Nanti ya.”

Lihat selengkapnya