Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #6

Bab 6 — Rumah yang Terlalu Sunyi

Rumah sakit selalu punya bau yang sama. Bersih, dingin, dan bikin dada terasa sesak.

Adel duduk di kursi ruang tunggu sambil menatap pintu ruang ICU yang tertutup rapat. Jaketnya masih ia pakai sejak pagi, tapi tubuhnya tetap terasa dingin.

Leon berdiri beberapa langkah darinya. Tangannya masuk ke saku celana, wajahnya tenang, terlalu tenang untuk situasi seperti ini.

“Dokter bilang kondisinya stabil,” ucap Pak Radian pelan. “Tapi… dia koma.”

Kata itu jatuh begitu saja.

Koma.

Adel mengangguk kecil. Ia tidak menangis. Bahkan tidak bertanya apa-apa. Seolah otaknya belum mau menerima apa pun.

Leon melirik ke arahnya.

“Kamu mau minum?” tanyanya.

Adel menggeleng.

“Aku mau ketemu Mama.”

Pak Radian menghela napas. “Belum bisa sekarang.”

Adel menunduk. Tangannya mengepal di pangkuan.

Hari-hari berikutnya berjalan aneh.

Terlalu cepat, tapi juga terlalu lambat.

Adel resmi masuk SMA Merah Putih. Seragam barunya masih kaku, sepatunya belum lecet, tapi semangatnya… entah ke mana.

Pagi pertama sekolah, Leon menunggunya di ruang makan.

“Supir sudah siap,” katanya singkat.

Adel mengangguk.

Di mobil, mereka duduk bersebelahan tapi tidak bicara. Bukan karena canggung, tapi karena sama-sama tidak tahu harus mulai dari mana.

Sekolah baru, gedung baru, wajah-wajah baru.

Tapi Diana.

Lihat selengkapnya