Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #11

Bab 11 — Hal yang Tidak Lagi Sama

Tidak semua perpisahan terjadi dengan kata selamat tinggal.

Sebagian terjadi pelan-pelan, saat seseorang berhenti menunggu.

Waktu tetap berjalan, tanpa peduli siapa yang siap dan siapa yang belum.

Kelulusan SMA datang seperti hari biasa yang diberi nama besar. Tidak ada euforia berlebihan. Tidak ada air mata yang tumpah terlalu lama. Hanya rasa lega yang cepat berlalu.

Pagi itu Adel berdiri di depan cermin, merapikan rambutnya. Wajahnya masih sama, tapi sorot matanya berbeda.

Lebih tenang.

Lebih waspada.

Lebih jauh.

Leon menunggu di ruang tamu dengan kemeja rapi. Hari itu mereka akan menghadiri acara kelulusan bersama.

“Kita berangkat sekarang?” tanyanya.

“Iya,” jawab Adel singkat.

Di mobil, mereka duduk berdampingan tanpa percakapan kecil. Tidak ada candaan. Tidak ada basa-basi.

Leon melirik Adel sebentar.

“Kamu deg-degan?”

“Enggak,” jawab Adel.

Itu bukan bohong. Ia benar-benar tidak merasakan apa-apa.

Setelah kelulusan, hidup membawa mereka ke arah yang berbeda.

Leon masuk universitas dengan jurusan manajemen, sesuai keinginan keluarganya. Pagi ia kuliah, sore hingga malam ia magang di perusahaan AE. Jadwalnya padat, hidupnya teratur, tapi rasanya seperti berjalan di jalur yang sudah ditentukan sejak lama.

Diana masuk fakultas kedokteran. Hari-harinya penuh kuliah dan praktikum. Ia terlihat kuat, tapi kelelahan itu bukan cuma soal pelajaran.

Adel memilih desain.

Ia kuliah sambil mengambil proyek kecil. Menggambar bukan lagi pelarian, tapi tempat ia merasa punya kendali atas hidupnya sendiri.

Mereka jarang bertemu bertiga sekarang.

Lihat selengkapnya