Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #12

Bab 12 — Setahun yang Dijalani Tanpa Cinta

Setahun itu berjalan tanpa perayaan.

Tidak ada tanggal yang ditandai khusus. Tidak ada janji yang diulang-ulang. Hanya hari-hari yang diisi dengan usaha—dan diam-diam melelahkan.

Leon menjalani hidupnya dengan jadwal yang rapi.

Pagi kuliah.

Sore magang di perusahaan Kakeknya.

Malam mengerjakan tugas atau rapat kecil.

Di sela semua itu, ada Adel.

Ia mengirim pesan lebih dulu.

Menanyakan kabar.

Mengingatkan makan.

Mengantar kalau sempat.

Leon melakukan semua yang seharusnya dilakukan seseorang yang sedang “belajar mencintai”.

Dan Adel menerimanya.

Dari luar, hubungan mereka terlihat baik.

Tidak ada pertengkaran. Tidak ada drama. Tidak ada jarak mencolok.

Tapi Adel merasakannya.

Leon tidak pernah cemburu.

Tidak pernah gelisah.

Tidak pernah takut kehilangan.

Cara Leon menggenggam tangannya selalu sopan. Aman. Tapi tidak pernah hangat.

Seperti menggenggam sesuatu yang harus dijaga, bukan yang ingin dipertahankan.

Adel tidak menuntut.

Ia berhenti bertanya kenapa Leon jarang menatapnya lama. Kenapa Leon selalu mengalah, tapi tidak pernah memperjuangkan.

Setahun itu, Adel belajar satu hal yang tidak pernah ia inginkan:

Seseorang bisa sangat baik…

tanpa benar-benar mencintai.

Diana melihat semuanya.

Ia tidak pernah berkata apa-apa secara langsung. Tidak menyinggung. Tidak menyindir. Tidak ikut campur.

Ia hanya menjaga jarak.

Suatu malam, Leon dan Diana bertemu di rumah sakit. Diana baru selesai jaga malam, Leon baru keluar dari ruang ICU Mama Reyta.

“Kamu kelihatan capek,” ucap Diana sambil menyerahkan botol minum.

Leon menerimanya tanpa menoleh. “Biasa.”

Mereka duduk berdampingan. Sunyi. Tidak canggung.

“Leon,” kata Diana akhirnya, suaranya pelan. “Kamu jangan mikirin aku.”

Leon menoleh. “Maksud kamu?”

“Kamu sudah punya Adel,” lanjut Diana. “Dan kamu harus belajar mencintainya.”

Lihat selengkapnya