Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #15

Bab 15 — Mencari Tanpa Bertanya

Leon baru sadar ada yang berubah ketika ia mulai memperhatikan hal-hal kecil.

Hal yang dulu tidak pernah ia pikirkan.

Pagi itu, Leon turun ke dapur dan melihat meja makan kosong. Kopi belum diseduh. Tidak ada bekal kecil yang biasa Adel siapkan kalau ia pulang larut.

Leon berhenti sebentar, lalu membuka kulkas.

Oh…

Ia menuang kopi sendiri. Rasanya pahit. Bukan kopinya yang salah. Entah kenapa saja.

Di kampus, Leon duduk di bangku belakang kelas. Dosen berbicara panjang, tapi pikirannya melayang.

Ia teringat jadwal Adel.

Biasanya jam segini Adel sudah di studio. Kadang lembur. Kadang pulang cepat kalau capek.

Leon tidak tahu kenapa ia memikirkannya.

Ia menggeleng kecil, lalu kembali mencatat.

Sore hari, Leon menyelesaikan magangnya lebih cepat. Tidak ada rapat tambahan. Tidak ada tugas mendesak.

Ia berdiri di depan gedung Kakeknya, menatap jam di ponsel.

Masih sore.

Tanpa berpikir panjang, ia pulang.

Di rumah, Adel tidak ada.

Leon masuk ke ruang tamu, lalu ke dapur. Lampu kamar Adel mati.

Ia duduk di sofa, membuka laptop, lalu menutupnya lagi.

Sepuluh menit. Dua puluh menit.

Leon membuka ponselnya.

Jarinya berhenti di atas nama Adel.

Ia tidak menekan apa-apa.

Adel pulang hampir malam.

Ia masuk sambil melepas sepatu, wajahnya terlihat capek tapi santai.

“Kamu pulang cepat,” kata Adel sambil menaruh tas.

“Iya,” jawab Leon. “Kamu dari mana?”

Lihat selengkapnya