Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #16

Bab 16 — Ritme yang Hilang

Leon mulai menyadari ada yang tidak beres dari caranya menjalani hari.

Bukan karena nilai kuliah turun.

Bukan karena magang bermasalah.

Bukan karena target kerja meleset.

Semuanya berjalan baik.

Terlalu baik.

Dan justru itu yang membuatnya gelisah.

Pagi itu Leon bangun lebih cepat dari biasanya. Jam di ponselnya menunjukkan pukul enam, tapi ia sudah terjaga sejak lima.

Ia duduk di tepi ranjang, menatap dinding kosong.

Biasanya jam segini Adel sudah bergerak. Suara pintu kamar. Suara air dari kamar mandi. Kadang langkah cepat di lorong karena terlambat.

Sekarang tidak ada apa-apa.

Leon turun ke dapur. Sunyi.

Ia membuka kulkas, lalu menutupnya lagi. Tidak tahu mau ambil apa.

Akhirnya ia keluar rumah lebih awal.

Di kampus, Leon duduk di kelas dengan kepala penuh. Dosen menjelaskan soal manajemen risiko, tapi pikirannya melayang ke hal-hal kecil.

Adel hari ini ada kelas pagi atau siang?

Adel lagi lembur proyek atau pulang cepat?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul tanpa izin.

Leon menulis catatan, tapi tulisannya tidak rapi.

Ia menghela napas dan memaksa fokus.

Magang sore itu berjalan seperti biasa. Rapat, laporan, diskusi singkat.

“Kamu kelihatan capek,” kata salah satu senior.

Leon mengangguk. “Kurang tidur.”

Padahal ia tidur cukup.

Hanya saja, pikirannya tidak pernah benar-benar berhenti.

Leon pulang saat matahari belum sepenuhnya tenggelam.

Rumah masih sepi.

Ia berdiri di ruang tamu, menatap sofa kosong, lalu ke arah tangga.

Biasanya jam segini Adel belum pulang. Tapi entah kenapa ia berharap hari ini berbeda.

Lihat selengkapnya