Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #21

Bab 21 — Yang Mulai Bergerak

Perubahan tidak selalu datang dengan suara keras.

Kadang, ia hadir sebagai sesuatu yang nyaris tidak disadari—tapi cukup untuk mengubah arah.

Adel datang ke rumah sakit sendirian pagi itu. Jadwalnya padat, tapi ia menyempatkan diri sebelum ke kampus.

Ia duduk di kursi yang sama, meraih tangan Mama Reyta seperti biasa.

“Ma,” katanya pelan. “Aku cuma sebentar. Nanti sore aku balik lagi.”

Tidak ada jawaban.

Adel tersenyum kecil, lalu mulai bercerita tentang hal-hal ringan. Tentang proyek yang hampir selesai. Tentang dosen yang cerewet tapi perhatian. Tentang kopi yang terlalu pahit pagi ini.

Saat ia sedang berbicara, jari Mama Reyta bergerak lagi.

Kali ini lebih jelas.

Adel berhenti bicara.

Ia menunduk, menatap tangan itu dengan napas tertahan.

“Ma?” panggilnya lagi, sedikit lebih tegas.

Kelopak mata Mama Reyta bergetar tipis.

Tidak terbuka.

Tapi jelas bergerak.

Adel berdiri cepat dan menekan tombol panggil perawat.

Beberapa menit kemudian, ruangan itu dipenuhi langkah cepat dan suara pelan yang terlatih.

“Respons refleksnya meningkat,” kata dokter sambil memeriksa. “Ini tanda yang baik.”

“Artinya Mama mau bangun?” tanya Adel, suaranya bergetar.

Dokter tersenyum kecil. “Belum tentu sekarang. Tapi tubuhnya mulai merespons. Kita lanjut observasi.”

Adel mengangguk. Dadanya terasa penuh.

Bukan bahagia berlebihan.

Lebih ke… harap yang akhirnya berani muncul.

Sore harinya, Leon datang.

Ia melihat Adel duduk dengan wajah yang berbeda. Lebih hidup.

“Ada apa?” tanyanya.

Lihat selengkapnya