Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #23

Bab 23 — Suara yang Kembali

Suara monitor berbunyi pelan, teratur.

Adel duduk di kursi dekat ranjang, seperti biasa. Tangannya menggenggam tangan Mama Reyta, ibu jari mengusap pelan—kebiasaan lama yang tidak pernah ia tinggalkan.

Leon berdiri di sisi lain, bersandar ringan pada dinding. Ia tidak ingin terlalu dekat, tapi juga tidak ingin pergi.

Hari itu terasa… berbeda.

Bukan karena ruangan.

Bukan karena jam.

Tapi karena sesuatu di udara terasa bergerak.

Kelopak mata Mama Reyta bergetar.

Sekali.

Lalu lagi.

Adel berhenti bernapas sesaat.

“Ma?” panggilnya pelan, hampir seperti takut suaranya akan memecah sesuatu.

Kelopak mata itu terbuka tipis. Tidak fokus. Tidak sepenuhnya sadar.

“Mama,” ulang Adel, kali ini lebih jelas. “Aku di sini.”

Mata Mama Reyta bergerak perlahan, mencari. Nafasnya sedikit berubah.

“Adel…” suaranya serak, hampir tidak terdengar.

Adel menunduk cepat, air mata langsung jatuh tanpa permisi.

“Iya, Ma. Aku,” jawabnya sambil tertawa kecil yang bergetar. “Aku di sini.”

Leon melangkah satu langkah lebih dekat. Dadanya terasa sesak.

Mama Reyta menutup mata sebentar, lalu membukanya lagi. Pandangannya masih kosong, tapi jelas ia mendengar.

“Kepala… sakit,” gumamnya.

“Jangan dipaksa,” kata Adel cepat. “Mama istirahat aja. Dokter nanti datang.”

Mama Reyta menggeleng lemah.

“Waktu…” ucapnya pelan. “Sedikit.”

Adel menahan napas.

“Ma, nggak usah mikirin apa-apa sekarang,” katanya. “Aku baik-baik aja.”

Mama Reyta tersenyum tipis. Senyum yang sama seperti dulu.

“Jangan bohong,” katanya lirih. “Kamu capek.”

Adel menutup mata sebentar. “Sedikit,” akunya.

Pandangan Mama Reyta bergeser pelan, berhenti pada Leon.

Matanya menyipit sedikit, seperti mencoba mengenali.

“Leon?” tanyanya ragu.

Lihat selengkapnya