Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #27

Bab 27 — Saat Itu Terjadi

Adel baru sadar betapa sunyinya rumah ketika malam benar-benar turun.

Bukan sunyi yang kosong.

Lebih seperti sunyi yang memberi ruang.

Ia duduk di sofa dengan kaki terlipat, laptop sudah tertutup sejak tadi. Pikirannya tidak ke mana-mana, tapi juga tidak benar-benar diam.

Leon keluar dari kamar membawa dua cangkir teh.

“Hangat,” katanya sambil meletakkan satu di depan Adel.

“Makasih,” jawab Adel.

Mereka duduk berdampingan. Jaraknya dekat, tapi tidak menekan. Seperti dua orang yang sama-sama tahu: ada sesuatu di antara mereka, tapi belum ingin menamainya.

“Aku kepikiran sesuatu hari ini,” ucap Adel pelan.

Leon menoleh. “Apa?”

Adel menatap teh di tangannya. “Kalau aku mulai bahagia… apa itu egois?”

Leon terdiam sebentar.

“Kenapa harus egois?” tanyanya balik.

“Karena banyak hal yang belum selesai,” jawab Adel jujur. “Mama belum bangun sepenuhnya. Masa lalu belum kebuka semua. Dan aku… takut kelihatan kayak orang yang nggak peduli.”

Leon menghela napas, lalu menoleh penuh.

“Bahagia itu bukan berarti lupa,” katanya. “Dan kamu nggak berhutang penderitaan ke siapa pun.”

Adel menatap Leon. Lama.

“Kamu yakin?” tanyanya.

Leon mengangguk. “Aku di sini bukan buat nutupin lukamu. Aku di sini buat nemenin kamu jalan.”

Kalimat itu sederhana. Tapi cukup membuat dada Adel menghangat.

Hujan turun pelan di luar.

Adel berdiri dan berjalan ke jendela. Leon ikut berdiri, berhenti di sampingnya. Bahu mereka bersentuhan.

“Dulu aku mikir,” ucap Adel pelan, “kalau aku harus selalu kuat. Selalu ngerti.”

Leon menoleh. “Sekarang?”

Lihat selengkapnya