Because, I Love You

Shavrilla
Chapter #30

Bab 30 — Mencari yang Tidak Ingin Ditemukan

Leon tidak tidur malam itu.

Map abu-abu masih tergeletak di meja ruang tamu, terbuka di halaman yang sama sejak tadi. Nama itu masih ada di sana. Tidak berubah. Tidak menghilang meski ia menutup mata berkali-kali.

Reyta.

Leon menarik napas panjang, lalu menutup map itu pelan.

Ia tahu, kalau ia berhenti di sini, semuanya akan menggantung. Dan Adel akan tetap berdiri di depan pintu kebenaran sendirian.

Leon tidak mau itu.

Pagi-pagi sekali, Leon sudah berada di luar rumah. Langit masih abu-abu, jalanan belum ramai. Ia menyetir tanpa radio, tanpa musik, hanya suara mesin dan pikirannya sendiri.

Tujuannya satu: arsip lama rumah sakit.

Ia punya satu nama dokter dari dokumen itu—dokter jaga yang menangani korban kecelakaan malam itu.

Dokter yang sekarang sudah tidak praktik di sana.

Di rumah sakit lama, lorongnya lebih sempit, lebih tua. Leon berjalan ke bagian administrasi dengan langkah mantap, meski dadanya berdebar.

“Saya mau minta akses arsip lama,” katanya sopan. “Kasus kecelakaan tahun itu.”

Petugas menatapnya ragu. “Data lama harus dengan izin keluarga.”

Leon mengangguk. “Saya keluarga.”

Kalimat itu terasa berat… tapi juga benar, dengan caranya sendiri.

Beberapa jam kemudian, Leon duduk di ruang arsip kecil dengan tumpukan berkas di depannya.

Ia membuka satu per satu.

Laporan medis.

Jam kedatangan korban.

Kondisi cuaca.

Hujan deras.

Leon berhenti di satu halaman.

Catatan tambahan — kendaraan kedua.

Tangannya mengeras.

Sementara itu, Adel menjalani harinya dengan gelisah yang tertata.

Ia masuk kelas, duduk di bangku depan, mencatat dengan rapi. Tidak ada yang tahu pikirannya sedang ke mana.

Setiap getaran ponsel membuat jantungnya berdebar.

Tapi tidak ada pesan dari Leon.

Dan entah kenapa, itu lebih menenangkan daripada menyakitkan.

Lihat selengkapnya