Begini Saja Sudah Bahagia

Nikodemus Yudho Sulistyo
Chapter #50

Putra

VIVI


Awalnya aku tidak terlalu memikirkan kehadiran Putra Atmajaya.

Di kantor seperti Felicity, orang datang dan pergi memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari. Apalagi sekarang kantor kami jauh lebih besar dibanding dulu. Ada pegawai baru hampir setiap beberapa bulan, anak magang berseliweran seperti kawanan ikan kecil, dan ruangan di gedung sebelah bahkan sudah mulai penuh lagi.

Tetapi Putra terasa berbeda sejak awal karena satu alasan sederhana. Dia datang dari Jakarta. Dari kantor pusat. Dari tempat Mas Bhre sekarang berada.

Meskipun aku berusaha bersikap biasa saja, aku sadar ada bagian kecil di dalam diriku yang langsung memperhatikannya karena alasan itu.

 

***

 

Hari pertama Putra datang, aku sedang menghadapi printer yang mogok untuk ketiga kalinya minggu itu. Aku sampai jongkok di depan mesin sambil membuka-buka tray kertas dengan emosi yang mulai spiritual.

“Kalau kamu memang mau mati,” gumamku ke printer, “mati aja sekalian. Jangan setengah-setengah.”

“Vi.”

Aku mendongak.

Rara berdiri di belakang seorang laki-laki tinggi dengan wajah terlalu rapi untuk ukuran kantor kami yang chaos. Kemejanya licin. Rambutnya tertata. Wajahnya masih seperti orang yang percaya hidup bisa berjalan sesuai checklist.

“Oh,” kataku sambil berdiri. “Anak Jakarta?”

“Kelihatan ya?” responnya.

“Iya. Kelihatan capeknya.”

Aku menyodorkan tangan, “Vivian.”

Ia menjabatnya.

“Putra,” katanya.

“Jangan kaget ya sama kantor ini.”

“Kenapa?”

Aku melirik printer yang sedang dioperasi di belakangku, “Chaos-nya kadang spiritual.”

Tak lama kemudian Putra langsung berkata, “Pak Bhre bilang kalau ada apa-apa ngomong ke Vivian Tanjaya.”

Dan seperti biasa, nama itu masih punya efek aneh di tubuhku. Tidak sedramatis dulu memang. Tidak lagi membuatku kehilangan napas seperti orang bodoh. Tetapi tetap saja ada rasa hangat kecil yang muncul begitu saja.

Mas Bhre. Pak Bhre.

Bahkan setelah pindah ke Jakarta, laki-laki itu masih meninggalkan jejaknya di hidupku lewat cara-cara sederhana.

 

Lihat selengkapnya