Setelah selesai melukis tanda khas berupa gambar belati dan Verisai di kulit kedua bahu belakang anak-anaknya, Kina Yura menatap lekat wajah Raga Yura dan Reksa Yura. Ia langsung menyuruh keduanya beristirahat dan segera tidur.
Setelah memastikan kedua buah hatinya terlelap, Kina Yura berjalan menuju kamar tidur utama. Ia berniat membicarakan hal penting dengan istrinya, Katrina, mengenai keputusan besar untuk meninggalkan pusat kota dan mengundurkan diri dari Grup Synergy selamanya.
"Bagaimana keadaan anak-anak? Apakah mereka sudah tidur?" tanya Katrina seraya duduk di pinggir tempat tidur. Raut wajahnya tampak penuh kecemasan.
"Iya, mereka baru saja memejamkan mata. Besok rapikan semua barang-barang penting yang bisa dibawa. Nanti, setelah aku keluar dari kantor Synergy, kita segera pergi meninggalkan rumah ini," jawab Kina Yura. Suaranya terdengar berat namun penuh keteguhan hati.
"Apakah semuanya akan baik baik saja Pah?" tanya Katrina kembali. Nada bicaranya bergetar, tanda rasa khawatir mulai menguasai hatinya.
"Semoga semuanya baik baik saja. Jangan terlalu larut dalam kekhawatiran mengenai masalah ini. Besok aku akan berbicara baik-baik dengan Reynald, mencoba berunding agar tidak memancing amarahnya. Lebih baik kita tidur sekarang, buang jauh-jauh pikiran buruk yang belum tentu terjadi," bujuk Kina Yura tegas, berusaha menenangkan istrinya dengan tenang.
"Iya Pah," Katrina mengangguk pelan dan menghentikan pertanyaan. Keduanya segera berbaring dan memejamkan mata, berusaha mengusir segala ketakutan serta berharap esok hari membawa jalan keluar yang selamat bagi mereka.
Namun, di tempat lain pada malam yang sama, rencana jahat sedang disusun. Reynald, pemimpin besar Grup Synergy, sudah menyiapkan segala siasat untuk keluarga Kina Yura. Ia telah mengetahui jika Kina Yura mulai berani menentang kebijakannya. Terlebih lagi, Kina Yura sampai mengancam akan mengundurkan diri secara paksa jika Reynald tidak mau membuka rahasia mengenai bisnis apa yang sebenarnya selama ini dijalani.
Di dalam gedung megah milik Synergy, tepatnya di sebuah ruangan khusus yang tertutup rapat, tiga orang duduk mengelilingi meja besar. Mereka sedang membahas rencana memusnahkan keluarga Kina Yura.
Mereka adalah Leonard, panglima pasukan Synergy yang berperawakan tinggi besar dan kekar, sekaligus pengawal setia Reynald yang selalu siap menjalankan perintah apa pun. Ada pula Natalia, wanita cerdas berparas cantik dengan tubuh langsing; tugas utamanya adalah merayu, menghasut, dan menjebak siapa saja yang menjadi sasaran ke dalam perangkap yang telah disiapkan. Dan yang terakhir, duduk di kursi paling utama, adalah Reynald Cava, otak dari segala kejahatan dan pemimpin tertinggi Synergy.
Reynald mulai membuka pembicaraan, memaparkan rencananya untuk menyingkirkan Kina Yura yang kini dianggap sebagai ancaman besar yang dapat membahayakan bisnis gelapnya.
"Dengarkan baik-baik. Besok malam, habisi nyawa Kina Yura dan istrinya tepat di rumah mereka sendiri. tapi ingat bawa kedua anaknya hidup-hidup. Aku ingin mereka dididik dan dibesarkan dengan cara yang kejam dan keras, agar kelak menjadi bagian dari pasukan kita di Synergy. Ingat satu hal penting: jangan sampai sedikit pun kedua anak Kina Yura tahu bahwa kitalah yang telah menghabisi nyawa orang tua mereka. Sebaliknya, kalian harus berpura-pura seolah-olah kitalah yang datang menyelamatkan nyawa mereka berdua dari bahaya. Apakah kalian paham?" papar Reynald dengan nada bicara yang dingin dan tajam.
"Paham Tuan. Ini masalah kecil saja. Kami bahkan sudah menyiapkan strategi serta tempat khusus untuk mendidik dan melatih kedua anak itu sesuai keinginan Tuan," jawab Leonard dengan wajah datar tanpa ekspresi.