Kina Yura, yang sudah terkunci di dalam, berusaha sekuat tenaga membuka pintu ruangan yang terbuat dari besi kokoh itu, namun usahanya sia-sia belaka. Sistem kuncinya menggunakan alat canggih berteknologi elektronik modern, membuat seluruh badan Kina Yura terasa lemas dan akhirnya ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa terkurung dan terkunci rapat di ruangan itu.
Ruangan itu bukan lagi sekadar ruangan, melainkan sebuah tempat penyekap buatan teknologi tertinggi Grup Synergy. Seluruh lantai, langit-langit, keempat sisi, hingga pintu raksasanya semuanya terbuat dari lempengan besi baja padat yang sangat tebal, halus, dan mengkilap. Tidak ada jendela, tidak ada celah, tidak ada retakan sedikit pun.
Sistem kuncinya berteknologi canggih, dikunci oleh kode elektronik yang ditandai dengan lampu merah yang berkedip samar. Pintu itu menyatu rapat dengan dinding besi lainnya, seolah menjadi satu bongkahan logam utuh yang tak tergoyahkan. Ruangan ini didesain kedap suara seratus persen, terisolasi sempurna dari dunia luar—sangat canggih, sangat rapi, dan sangat mematikan. Di sini, tidak ada satu pun suara dari luar yang bisa masuk, dan tidak ada jeritan dari dalam yang bisa keluar.
Perasaan Kina Yura seketika hancur remuk. Rasa sakit dan pedih bercampur dengan kesedihan yang mendalam, saat ia teringat pada istri dan kedua anaknya. Bagaimana nasib mereka di luar sana, sementara dirinya kini terkurung dan tak berdaya.
“Kamu sangat licik Reynald! Ternyata ini balasanmu atas semua pengorbanan dan kerja kerasku yang sudah ikut membangun Synergy ini... Jika benar bisnis yang kamu jalani adalah bisnis barang haram, aku doakan semoga kelak kamu akan hancur, berikut dengan gedung Synergy ini!”
Geram Kina Yura, menatap pintu besi kokoh yang mustahil bisa ia buka, Ia terdiam sejenak pandangannya beralih menatap koper yang di tangannya. Di dalamnya terdapat sebuah laptop berisi hasil riset penelitiannya selama bertahun-tahun bekerja di gedung itu.
Tiba-tiba ia teringat akan gambar tanda Belati dan Verisai yang ia lukis di kedua bahu anak-anaknya. Dengan sigap dan tergesa-gesa, ia berencana mengubah kata sandi koper itu, serta mengubah kata sandi pengaktifan dan penonaktifan laptopnya menggunakan kata kunci: Belati dan Verisai. Ia berharap, suatu saat nanti salah satu dari kedua anaknya akan menemukan ini, dan bisa mengungkap kebenaran dengan bukti-bukti yang tersimpan di dalam file riset itu.
Setelah mengubah kata sandi, Kina Yura mulai berpikir keras bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan koper berisi laptop itu, agar tidak diketahui oleh Reynald. Di dalam perangkat itu tersimpan data riset yang sangat penting, terutama sebuah cuplikan video pendek. Video itu merekam saat ia memberikan pil obat uji coba kepada para relawan manusia yang dibayar mahal demi kekebalan daya tahan tubuh terhadap segala penyakit.
Namun ternyata, obat asli itu sudah dicampur dengan bahan zat kimia lain oleh pihak Grup Synergy, dan disalahgunakan. Sebagian diubah menjadi obat penenang yang memicu khayalan dan halusinasi tinggi, membuat pemakainya sulit tidur dan kehilangan akal sehat. Sebagian lagi diubah menjadi serbuk mematikan; jika terhirup lewat hidung, akan membuat manusia menjadi ketergantungan dan tak bisa lepas selamanya.
Dari situlah awal mula kecurigaan Kina Yura terhadap Grup Synergy. Ternyata, menggunakan jasa manusia yang mau dibayar mahal itu hanyalah kedok. Mereka hanya dijadikan kelinci percobaan belaka. Bahkan, sudah ada beberapa korban yang nyawanya dihabisi dan dilenyapkan tanpa jejak dengan cara yang sangat rapi.
Selain itu, Grup Synergy yang berkedok sebagai perusahaan besar itu sudah mendapat perlindungan khusus dari aparat setempat melalui uang suap dalam jumlah besar, sehingga memudahkan segala bisnis haram yang mereka jalankan berjalan lancar tanpa hambatan.