Bi, ini tulisan saya khalid. Pemuda yang membantu Bibi menemukan barang belanjaan waktu lalu. Maaf sebelumnya tidak memberitahu Bibi lebih awal tentang segala yang saya alami. Sejujurnya saya sangat ingin bercerita lebih banyak dengan Bibi, terutama di tempat asing ini Saya rasa saya sangat bersyukur telah bertemu dengan Bibi kala itu.
Aku hanya menatap kosong tulisan yang aku rangkai saat ini. Entah kenapa tapi ada semacam perasaan lain kalaku tuangkan segalanya kedalam tulisanku ini. Tanpa berpikir panjang tanganku mulai menulis kembali, kini tulisanku mengalir dengan sendirinya mengikuti pikiran dan perasaan yang kupendam selama ini.
Cukup bingung sebenarnya saya tidak tahu ingin menulis apa, karena kesempatan saya hanya ada kali ini saja. Selalu saya pikirkan, tulisan seperti apa yang ingin saya sampaikan kepada Bibi, barangkali mungkin inilah sisa waktu yang saya miliki saat ini.
Aku menghela nafas panjang. Tulisanku terhenti sejenak hingga aku tersenyum kecil lalu menulis kembali.
Saya kira saat tiba di tempat ini semua hanyalah mimpi belaka. Namun saat membuka mata semuanya terlihat sangat jelas. Baik saat kini atau di masa depan nanti. Saya selalu menantikan perubahan pada setiap orang yang ada di negara ini khususnya tempat saya tinggal. Seperti kata kata pertanyaan orang orang pada umumnya yang menanyakan keadaan tanah air ini.
Semua hal yang tidak saya rasakan sebelumnya telah saya rasakan sekarang. Apa Bibi tahu itu?
Ya, aku tahu betul rasa itu. Sebuah pengalaman yang berharga ini sepertinya tidak akan pernah aku rasakan untuk kedua kalinya. Tatapanku tetap terpaku pada tukisan akhir yang masih ingin aku sambung. Kalimat tanya itu sejatinya aku ajukan pada diriku sendiri. Menanyakan pada setiap langkah kaki yang telah ku tempuh tentang sudah benar atau tidaknya kaki ini berjalan. Menanyakan apakah aku sudah mengerti dengan sejarahku sendiri, menganai masa lalu dan juga masa depan.
Terakhir aku hanya tertawa. Tidak aku sangka tawa itu ikut aku tulis. Aku cukup kaget awalnya. Akn tetapi, kuputuskan untuk melanjutkannya seperti biasanya.
Hehe, sepertinya saya belum menjelaskannya ya kepada Bibi. Maaf karena saya belum bercerita yang sebenarnya. Namun saya takut bila diceritakan kebenarannya ini, cerita itu akan membuat hal besar di masa depan nanti. Hal besar yang tidak akan bisa diungkapkan dan dibayangkan sama sekali.