Benang Merah dan Biru

Miftah
Chapter #11

Epilog

Tubuhnya melebur seperti kakaknya saat itu. Amelia, namanya akan aku ingat bersama dengan waktu yang telah aku habiskan di massa ini.

Kali ini aku hanya diam dan menatap lurus kedepan sana. "Semuanya sudah selesai, apa yang harus aku katakan saat aku kembali ke tempatku berada?" Aku tertawa memikirkannya.

Tempat putih ini perlahan lahan mulai meredup. Aku tidak akan tahu apa yang terjadi nantinya. Namun saat semuanya mulai menjadi gelap pikiranku hanya tertuju pada satu orang yang akan membuatku kerepotan sebentar lagi.

"Risma dan ketua, apakah mereka akan memarahiku?" Aku menghela nafas panjang.

"Ya, kita lihat saja ...." Tatapanku lurus kembali. Sebuah suara kembali terdengar olehku. Suara yang sangat aku nanti-nantikan seharian penuh.

"Oi bangun!"

"Hei, Khali bangun!"

Aku membuka mataku perlahan. Kini aku tengah berada di bioskop kembali. Layar bioskop kini menayangkan tulisan tulisan pembuatan film dan lainnya di akhir penayangan. Layar hitam bertuliskan tulisan putih kini hanya bisa aku lihat dengan sepasang mataku. Hingga suara yang sangat aku rindukan ini, "Kau kemana saja hah!"

Lihat selengkapnya