Beneath The Ivy Mirror

Penulis N
Chapter #13

13

Langit malam menurunkan hujan tipis ketika Jude meninggalkan ruang bawah tanah itu. Pepohonan di sekitar reruntuhan bergerak pelan tertiup angin, seolah membisikkan sesuatu yang hanya dimengerti oleh alam. Suara dedaunan yang basah, udara yang dipenuhi tanah dan rahasia tua—semuanya menyambutnya kembali ke dunia nyata.

Langkah Jude berat. Bukan karena lelah, tapi karena apa yang telah ia lihat. Bayangan dunia yang runtuh, suara-suara masa lalu yang bergema di pikirannya, dan sosok misterius yang entah siapa, tapi seolah mengenalnya lebih dari siapa pun.

Ia meraih saku dalam jaketnya, memastikan benda itu masih ada: secarik kertas dari halaman buku, yang terlepas saat ia menutupnya. Di permukaannya tergambar sebuah simbol. Lingkaran yang retak di sisi kanan, dan di tengahnya ada tanda menyerupai bintang bersudut tujuh.

Simbol itu... bukan hanya hiasan. Itu adalah petunjuk.

Ia kembali ke kabin tua di pinggir hutan tempatnya menginap. Lampu temaram menggantung dari langit-langit, menciptakan bayangan panjang di dinding kayu. Di atas meja, ia menyusun semua yang telah ia kumpulkan: peta tua, potret hitam-putih, jurnal ayahnya, dan sekarang... simbol itu.

Jude membuka jurnal ayahnya. Ia sudah membacanya berkali-kali, tapi kali ini, ia melihat sesuatu yang baru. Di halaman terakhir, yang tadinya ia anggap kosong, ada coretan samar—hampir tidak terlihat, kecuali bila cahaya menerpanya dari sudut tertentu.

"Find the Circle. The seventh gate is sealed by faith, not force."

Lingkaran? Gerbang ketujuh? Apa maksudnya?

Sebelum sempat mencerna semuanya, ketukan cepat terdengar dari pintu. Tiga kali. Lalu jeda. Kemudian dua kali.

Kode lama. Hanya orang-orang tertentu yang tahu.

Jude bangkit, meraih pisau lipat dari laci, dan membuka pintu perlahan.

Di luar berdiri seorang gadis muda, tubuhnya basah kuyup, rambut pirang terurai, dan mata biru yang menyala—bukan karena cahaya, tapi karena kepanikan.

"Ada yang mengikuti aku," bisiknya cepat, lalu mendorong tubuh Jude masuk dan menutup pintu rapat.

"Siapa kamu?" tanya Jude waspada, tapi tidak kasar.

"Aku Claire," jawabnya singkat. "Dan kalau kamu Jude, berarti kita punya masalah besar."

Jude memicingkan mata. "Bagaimana kamu tahu namaku?"

Claire mengangkat lengan bajunya, memperlihatkan gelang kulit tua dengan ukiran simbol yang sama: lingkaran retak dan bintang bersudut tujuh.

"Karena aku salah satu dari mereka yang tersisa," ucap Claire. "Dan kalau kamu benar-benar punya halaman dari buku itu, maka kamu sudah membuka sesuatu yang tidak seharusnya dibuka."

Jude merasakan detak jantungnya melonjak. Dunia yang selama ini terasa kabur perlahan-lahan menunjukkan bentuknya.

Claire mendekat. "Dengar, kita nggak punya banyak waktu. Mereka akan datang sebelum fajar. Dan kalau kita tidak pergi sekarang... semuanya akan terlambat."

Hujan mulai reda saat Claire mengemasi barang-barangnya dengan cekatan. Tangannya tidak pernah berhenti bergerak, seolah ia tahu betul bahwa waktu mereka terbatas. Jude berdiri tak jauh dari pintu, masih berusaha memahami kehadiran gadis ini—dan kenyataan baru yang ia bawa.

"Ke mana kita akan pergi?" tanya Jude akhirnya, matanya masih tertuju pada simbol yang tergurat di gelang Claire.

Claire menoleh, rambutnya masih meneteskan air, tapi sorot matanya lebih tenang dari sebelumnya. "Ada tempat bernama Hollow Ridge, tiga jam dari sini. Di sana ada seseorang yang bisa bantu kita membuka gerbang ketujuh."

"Gerbang ketujuh... itu yang disebut di jurnal ayahku."

Claire mengangguk. "Gerbang itu nyata. Tapi tidak semua bisa melihatnya. Apalagi membukanya."

Jude memandangi api yang mulai meredup di perapian. "Kau bilang ada yang mengikuti kita. Siapa mereka?"

Claire memasukkan sebuah kotak logam kecil ke dalam ransel kulitnya sebelum menjawab. "Mereka yang ingin menjaga kebenaran tetap terkubur. Mereka menyebut diri The Wardens—para penjaga ilusi. Sudah lama mereka menghapus setiap jejak kebenaran tentang lingkaran itu."

Jude menghela napas panjang. "Ayahku tahu ini sejak dulu... tapi dia memilih tidak melibatkan aku."

"Dia melindungimu," kata Claire pelan. "Seperti semua orang tua yang tahu dunia ini bisa sangat kejam terhadap mereka yang tahu terlalu banyak."

Lampu minyak tiba-tiba berkedip.

Lihat selengkapnya