Berdiam Dalam Gelap

Davie Al-Fattah
Chapter #4

Mengubur Diri Sendiri

Tidak semua kematian membutuhkan liang tanah. Ada kematian yang bekerja perlahan, sistematis, dan rapi—seperti karat yang memakan besi dari dalam. Aku memilih kematian jenis itu. Mengubur diri sendiri tanpa upacara, tanpa saksi, tanpa hak untuk dikenang. Menjadi tubuh yang masih bergerak, tetapi jiwanya sudah lebih dulu diturunkan ke lubang yang tidak pernah ditandai.

Mengubur diri sendiri bukan tindakan berani. Ia pengecut yang rasional. Cara paling aman untuk tidak lagi berharap apa pun. Aku berhenti menunggu keadilan, berhenti mengharapkan pengertian, berhenti percaya bahwa manusia mampu jujur tanpa pamrih. Aku menarik diri sejauh mungkin dari hiruk pikuk sosial yang ribut tapi hampa. Suara-suara itu tidak menawarkan makna—hanya kebisingan yang memaksa kita ikut berbohong agar dianggap hidup.

Manusia datang dengan topeng yang terus berganti. Senyum profesional, empati palsu, solidaritas musiman. Aku muak menghafalnya. Aku muak menebak niat di balik kata. Setiap pertemuan adalah transaksi terselubung, setiap percakapan menyimpan agenda kecil yang menunggu kesempatan. Aku lelah menjadi penonton sandiwara yang tidak pernah mengakui dirinya sebagai sandiwara. Maka aku memilih mengubur diri. Menjauh bukan karena kalah, tapi karena malas. Malas menjelaskan diri, malas dipahami setengah-setengah, malas diselamatkan oleh orang-orang yang diam-diam menikmati kejatuhan orang lain.

Lihat selengkapnya