Hari-hari memang berlalu tapi luka sulit sekali hilang, pernikahan terasa dijalani saja Sarma tak tshu ujungnys, menjalani sisa usia yang tak lagi muda mungkin terasa kan lebih cepat.
"Sar kita ikut rapat anggaran ya." kata Pak Sekdin saat Sarma sedang melakukan pengecekan jumlah anggaran perubahan tahun ini. Sarma hanya mengangguk membayangkan lembur di depan mata.
"Gak pa-pa ya Sar, kamu kan enak belum punya anak," ucap Pak Sekdon saat mereka baru selesai rapat jam delapan malam. Sarma hanya mengangguk.
Terkadang yang bikin tidak betah di kantor bukan pekerjaannya tapi lingkungan yang seenaknya. Sarma menyadari waktunya memang lebih banyak dari pegawai lain yang harus membagi prioritas antara anak dan pekerjaan, bagi Sarma sebetulnya itu anugerah sekaligus tekanan tersendiri.
"Sarma aja yang jadi Kasubag Keuangan kan pekerjaannya banyak, bsnyak rapat, dia pasti punya banyak waktu,"ujar salah satu rekan kerjanya di bagian sekretariat kala itu. bukannya Sarma ingin merendahkan namun sesama pegawai saja mampu memberikan titah kepada pegawai lain yang lebih senior darinya.
"huh" Sarma hanya mendengus, walaupun akhirnya dia benar menjadi kasubag keuangan tapi rasa kesal masih terasa karena perkataan rekannya menjadi "nyata", itulah ajaibnya dunia pemerintahan, siapa saja yang dekat dengan pemegang kekuasaan akan thu peta pergeseran atau promosi pegawai sekalipun.
Sarma menata hati saat ingin menelepon Janu, dia takut Janu marah karena pulang terlambat, Sarma tidak mengabari, rasanya sudah tidak berguna,
"Mmmph makan sate aja" kata Janu diseberang telepon
"Ok" Sarma menutup telpon bersiap melaju dengan motornya.
Kehidupan yang seperti ini tidak masalah bagi Sarma. dia bekerja dan membeli makan untuk mereka, yang Ssrma syukuri bersama Janu adalah pekerjaan rumah beres dengannya. pekerjaan domestik yang tidak disukai Sarma. Jika harus hidup seperti ini selamanya pun Sarma merasa kuat, konsep dinafkahi oleh suami sudah tidak jadi harapannya lagi, namun Janu jangan marah, hanya itu ingin Sarma .
"Besok udah mulai sahur," buka Janu saat mereka makan malam
"Iya, mau sahur apa?," tanya Sarma
"Ikan asin masih adakan?"
Sarma mengiyakan pertanyaan Janu dengan anggukan, satu lagi yang Sarma sukai, soal makan Janu tidak sulit, dia makan yang dia suka dan yang ia suka adalah masakan simpel, hanya ikan asin, nasi goreng dan telur dadar. makanan yang tidak sulit dimasak,