Tentang ibu mertua ku
Ibu mertua ku adalah seorang guru pns di kota bandung, beliau berusia 47 tahun, dengan usia yang segitu boleh di katakan badan nya berisi dari atas sampai bawah, ibu mertua ku ini walau usia nya sudah mau kepala 5 tapi beliau sangat bisa merawat tubuh, dengan usia yang hampir segitu terbukti kulit nya sangat putih dan mulus, ibu mertua ku mempunyai anak perempuan satu satu nya yang bernama arini yang notabene itu adalah istriku, ibu mertua ku ini sangat memanjakan sekali anaknya dan keliatan sekali arini ini sangat manja sekali, selain itu ibu mertua ku ini juga sangat aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat salah satu nya menjadi kader salah satu organisi islam perempuan dan ibu mertua ku ini di mata masyarakat bisa di bilang alim, dan ibu mertua ku ini sudah melakankan haji juga, jadi suka terkadang sama masyarakat di bilang bu haji,
Lanjut cerita
Ketika kami sudah melangsungkan pernikahan kami sementara tinggal di rumah keluarga arini,
Singkat cerita kami pun sudah hampir satu seminggu lebih tinggal di rumah ibu mertua, dan kami pun berencana akan bilang kepada ibu soal masalah rencana kami yang akan meninggalkan rumah dan mencari rumah KPR,
Pukul 20 malam di kamar tidur
Bersama arini
Arini : sayang gimana perihal rencana kita untuk tinggal sendiri
Aku : iyah itu pasti sayang besok kita bicarakan yah sama ibu,
Arini: yang ngomong duluan sayang yah ke ibu, aku ga tega kalau harus ngomong duluan ke ibu
Aku : iyah sayang tenang aja nanti aku jelaskan semuanya ke ibu yah sayang
Arini : tapi gimana yah kalau ibu ga setuju dengan rencana kita sayang, kamu tau kan aku bagimana di perlakukan seperti apa oleh orang tua ku,
Memang arini ini kalau di liat liat sangat manja sekali dan sangat bergantung kepada orang tua nya, kenapa bisa di bilang seperti itu soalnya ketika kami akan melanngsukan pernikahan pra dan pasca pernikahan yang mempunyai konsep dan segalanya itu dari ibu mertua ku bukan dari istri ku sendiri,
Aku : tenang sja sayang aku akan ceritakan semunya dan jelakskan semuanya kepada ibu, mudah mudahan ibu mengerti dan paham maksud dan tujuan kita
Obrolan kami pun terhenti karena suasana dan obrolan yang semakin larut, di tengah tengah obrolan kami pun terbawa suasana sehingga membangkitakan gairah gairah kami, dan wajar kami pun pasutri baru, di di atas ranjang yang empuk yang di tempati sepasang pasutri baru yang sedang bergelora nya dalam ikatan cinta di balut dengan hasrat yang begitu luar biasa tak terasa kami pun saling berpelukan dan salim bercumbu bibir dengan penuh hasrat membara layaknya, istriku yang sangat terbawa suasana dia menghampiriku dan dia naik ke atas ku sambil memegang kepala ku, langsung bibir ku di cium oleh nya tanpa henti, aku yah SEPERTI biasa membalas ciuman istru ku, tidak hanya itu istriku ku juga membuat melayang dengan menghisap leher ku dengen begitu keras sehingga membuat aku sangat tidak tahan dan ingin sekali mengakhiri pertemuan ini, tapi sangat di sayangkan di malam itu istriku sedang datang bulan sehingga pertempuran kami pun hanya sebatas sampai disitu wkwkkw,
Setelah itu kami pun akhirnya tidur sampai pagi dan bangun jam 8 pagi, ketika aku bangun istriku sudah tidak di sampingku, dan ketika aku keluar istriku dan ibu mertua ku sedang masak untuk sarapan pagi, dan kebetulan itu adalah hari minggu, singkat cerita aku mau mandi dan bergeges ke kamar mandi, setelah mandi makanan sudah siap di meja makan
Rencananya sambil makan atau seteleh makan kami akan menyampaikan maksud dan keinginan kami
Ernie ( ibu mertua ) do makananya udah siap yah nanti kita makan bareng yahhh
Aku : iyah bu
Arini : mas hari ini ga ada rencana kemana mana kan,
Aku : ga ada sayang paling nanti agak siang mau ganti oli mobil, emang kenapa gitu,
Arini :ga sayang, cuma nanya aja,
Singkat cerita akupun selesai mandi dan berganti pakaian
Dan aku pun menuju ke tempat meja makan yang disitu sudah ada ibu mertua ku, yang sedang menyiapkan makanakan untuk kami,
Aku wih makan enak nih bu, hahha
Ernie iyah lah ini ibu yang masak do cobain pasti ketagihan
Aku : di liat dari masakannya aku pasti suka nih bu, ngomong ngomong arini ke mana bu
Ernie : tuh lagi di belakang sampah