BERONDONG APES DAN POLWAN CANTIK

Arata Kaivan
Chapter #44

44. DI BALIK DOMPET

Desau angin malam dari laut utara semakin kencang, memutar debu-debu pasir di atas permukaan tanggul beton yang basah. Cakra tidak mengalihkan pandangannya dari riak air hitam di bawah, jemari tangan kanannya di dalam saku jaketnya bergerak meremas pelan map plastik biru kiriman Aris.

"Maksud Abang?" suara Cakra rendah, hampir tenggelam oleh deburan ombak yang menghantam fondasi dermaga.

Joni merogoh saku belakang celana jinsnya, mengeluarkan dompet kulit lipat. Jemari Joni bergerak menyelip ke dalam plastik transparan di balik lembaran uang lusuh, menarik keluar selembar kertas foto berukuran kecil. 

Ia mengulurkan foto itu ke depan dada Cakra, jepitan jarinya menahan kertas tipis itu di antara embusan angin. "Tanda lahir di tulang selangka lo. Nggak bakal hilang, mau lo balut jaket tebel atau apapun itu."

Cakra melirik sekilas ke kertas foto. Di bawah temaram lampu jalan dermaga yang berkedip, gambar anak laki-laki berusia sekitar lima tahun, duduk di atas undakan rumah kayu. 

"Gue kenal bokap lo," Joni menurunkan kembali tangannya, foto itu tetap dijepit di antara telunjuknya. "Dewanto Pradipta." Ia menjeda kalimatnya.

Cakra menoleh, tangannya meraih foto di dadanya. 

"Dan nama lo... Shaka Pradipta, kan?" lanjut Joni. 

Cakra mengangkat foto kecil ke depan wajahnya. Menatap wajah kecilnya. 

"Gue udah ikut Agus Mahardika dari jaman tanah pesisir ini masih rawa bakau," Joni berbalik bersandar ke pagar besi, kepalanya mendongak menatap langit malam tanpa bintang. "Jaman kita harus gantian megang beceng karat cuma buat ngamanin jatah solar dari preman pelabuhan. Sampai akhirnya gerbang kerajaan ini mulai tegak, ada satu polwan yang masuk. Nyamar jadi kasir di bar lama kita."

Joni berhenti sebentar, mengambil napas panjang. "Dia pintar. Tapi dia bikin kesalahan terbesar dalam hidupnya; dia jatuh cinta sama Agus. Dan Agus juga sama."

Suara sirine kapal kargo dari kejauhan terdengar memanjang. 

"Polwan itu hamil," lanjut Joni, matanya menyipit menembus kegelapan laut. "Masalahnya, Agus udah punya istri resmi dan dua anak yang mulai gede, dan satu anak masih dalam kandungan."

Lihat selengkapnya