Gerimis tipis mulai membasahi kaca jendela unit 904, cahaya lampu-lampu jalanan arteri di bawah berubah menjadi gumpalan cahaya kabur jingga dan merah. Kirana masih diam di tempatnya berdiri. Kedua tangannya bertumpu fi pinggiran meja dapur yang dingin, sisa aroma minyak angin dan parfum maskulin Agus Mahardika perlahan menipis.
Lantai basement blok C lembap sisa genangan air yang dibawa masuk roda-roda mobil dari luar. Cakra mematikan mobil pick up Joni di samping tiang beton nomor 22, mencabut kunci kontak, lalu turun dari mobil.
Langkah kakinya meninggalkan jejak di atas lantai semen yang berdebu saat ia berjalan menuju lorong lift.
Pintu lift berdenting. Cakra masuk,jari telunjulnya menekan tombol angka sembilan. Ia bergerak naik, matanya menatap lurus pantulan bayangan dirinya sendiri di dinding lift.
Cakra menatap koridor panjang saat pintu lift terbuka, matanya terkunci ke pintu unit nomor 904. Ia melangkah keluar, dengun mesin pendingin udara sentral di ujung langit-langit mengisi ruang.
Ia berjalan pelan, menyusuri deretan pintu kayu. Langkahnya terhenti di depan unit apartemen Kirana. Tangannya terangkat, jari telunjuknya mengarsh lurus ke bel di samping pintu.
Slot kunci di dalam berderit pelan, pintu ditarik perlahan ke dalam, tangan Cakra menggantung di udara.
Kirana berdiri di balik pintu terbuka, Cakra menatap lurus rambut Kirana diikat cepol asal, beberapa helai anak rambut jatuh ke wajahnya. Mata Cakra turun ke tubuh Kirana dibalut kaos hitam oversize dan celana dalam.
Cakra menurunkan tangannya perlahan, kakinya bergerak pelan. Kirana bergerak lebih dulu, merapatkan bobot tubuhnya di dada Cakra. Kedua lengannya melingkar kuat di sekeliling leher Cakra, menariknya turun, kakinya berjinjit menyamakan tinggi Cakra.
Kirana melepas pelukannya, Tangan kanan Cakra bergerak naik, menjepit dagu Kirana memaksanya mendongak. Tatapan mata mereka bertemu, mulut Kirana terbuka bergerak ke bibir Cakra. Cakra membalas pagutan bibir Kirana pelan.
Tanpa melepas pagutannya, mereka masuk ke dalam kamar, pintu menutup di belakangnya. Kirana mendorong tubuh Cakra merapat ke pintu.