BERONDONG APES DAN POLWAN CANTIK

Arata Kaivan
Chapter #49

49. KIRANA MAHARDIKA

Rintik hujan yang menghantam atap mininus abu-abu di luar kediaman Agus Mahardika. Rani menekan kedua sisi bantal headset lebih rapat ke telinga, mencondongkan tubuhnya ke arah meja konsol. Indikator lampu hijau panel frekuensi radio darurat berkedip tidak stabil.

Ponsel di dasbor mobil bergetar, Rani melirik sekilas. Tangan kirinya menurunkan headset dari kepalanya, tangan kanannya terulur meraih ponsel, jarinya menggeser layar, menempelkan ponsel ke telinga kanan. "Rani. Bagaimana kondisi dimana?" suara Hermawan terdengar jelas dari speaker ponsel. "Saya tidak bisa menghubungi Kirana. Dia sudah sampai di lokasi?"

Jemari tangan Rani menggenggam erat ponselnya. "Izin pak, Komandan Kirana menerebos perimeter dalam. Dia berada di ruang makan utama. Sambungan interkomnya masih terbuka, tapi kami kehilangan visual."

Suara napas Hermawan tenggelam suara gemuruh guntur, disusul sepi suara napas Rani yang tertahan di tenggorokan.

Di dalam monitor audio. Gesekan kain rompi Kevlar dan langkah kaki yang terburu-buru berhenti, digantikan gema ruangan beratap tinggi.

"Turunin senjatanya, Cakra."

Suara Kirana bergetar, napasnya pendek dan patah-patah.

"Tim gabungan sudah di depan gerbang. Jangan lakukan ini."

Rani menahan jemarinya di atas tombol rekam. Bimo dan Dedi duduk di belakang Rani. Gerakan jemari mereka ikut berhenti di atas papan ketik.

"Aku udah minta kamu jangan kemana-mana hari ini."

Suara Cakra menyusul dari speaker.

Bimo mencondongkan tubuhnya di samping Rani. "Mereka ketemu." Ia menoleh, menatap samping wajah Rani.

"Aku bilang turunin!"

Suara Kirana meninggi

Puft

Suara tembakan teredam teredam samar dari spekar.

Jemari Rani mengepal di atas pahanya.

Dedi ikut maju ke kabin depan. "Dia nembak?"

Dor Dor

Lihat selengkapnya