BERONDONG APES DAN POLWAN CANTIK

Arata Kaivan
Chapter #50

EPILOG

Ujung sepatu kets Kirana amblas ke dalam tanah merah yang basah sisa gerimis pagi. Ia berdiri di samping undukan tanah baru berselimut taburan bunga mawar yang mulai layu.

Kirana menatap papan kayu nisan polos tanpa cat tertancap di bagian kepala.

SHAKA PRADIPTA

BIN

DEWANTO PRADIPTA

2001-2026

Rani berdiri satu langkah di belakang Kirana, memegang payung lipat hitam. Matanya menatap lurus ke arah genangan air di sela-sela rumput gajah mini yang mulai meninggi di sekitar blok pemakaman umum.

"Tim dari polda cuma ninggalin ini tadi subuh, Kak," Rani membuka suara, hampir tenggelam deru angin yang menggoyang pucuk pohon kamboja tua di dekat mereka. "Nggak ada upacara. Semua berkas operasi langsung masuk gudang arsip steril."

Kirana tidak menyahut. Tangannya masuk di dalam saku jaket parasut biru tua, ia meremas pelan selongsong peluru kosong berukuran sembilan milimeter. Rambutnya menempel di dahi, menyembunyikan tatapan matanya yang terpaku pada guratan kayu nisan yang mulai menyerap rembesan air hujan.

Dari balik rimbun pohon beringin, lima puluh meter di sektor luar pemakaman, Joni Baron dan Juki berdiri diam di bawah payung kain terpal kelabu. Tatapan Joni bergerak menyapu perimeter sekitar jalan masuk kuburan.

"Lo udah tau kalo dia polisi?" Baron membuka suara.

Joni mengangguk pelan.

Lihat selengkapnya