Bersalah Sebelum Bernapas

Temu Sunyi
Chapter #11

Janji yang Terlalu Berat untuk Dipenuhi


“Pak, bapak pernah lihat macan?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja. Tanpa rencana. Tanpa maksud menyakiti. Tapi aku tahu, kalimat itu seperti mengaduk luka yang belum kering.

Bapak menoleh, tersenyum kecil, senyum yang entah jujur atau hanya topeng dari tahun-tahun yang terlalu pahit.

“Pernah dong, Nak. Macan loreng yang besar. Matanya tajam seperti hidup yang tak bisa ditatap langsung.”

Kalau gajah, Pak?”

“Pernah juga. Besar banget. Bisa narik truk pakai belalainya.”

Aku tak bertanya lagi. Takut kalau kalimatku berikutnya membuat bapak harus menggali lebih dalam lagi dari lubang kebohongannya.

Tapi aku ingin sekali melihat mereka. Bukan dari buku, bukan dari cerita.

Lihat selengkapnya