Bersalah Sebelum Bernapas

Temu Sunyi
Chapter #13

Aku, Karung, dan Dunia yang Menutup Hidung


Dan begitulah hidupku terus berjalan. Tak ada yang menarik bagimu, namun begitu berkenang bagiku.

Sekolahku? Hanya sampai menengah. Bukan karena aku menyerah, tapi karena napas orang tuaku tak sanggup lagi mengejar.

Meski mereka selalu tersenyum, berkata semangat mereka masih menyala, aku tahu ada yang perlahan padam.

Kerutan di wajah bapak, rambut memutih di kepala ibu—itu bukti paling jujur dari kelelahan yang tak bisa mereka sembunyikan.

Mereka tidak pernah meminta maaf atas keadaan, dan aku pun tak pernah menyalahkan mereka.

Karena aku tahu, mereka bukan menyerah… mereka hanya kehabisan tenaga.

Lihat selengkapnya