Bapak berbalik pada petugas.
“Pak… Bapak dengar sendiri, kan?
Anak saya gak salah, Pak…
Dia gak mungkin membunuh...”
Petugas menggeleng, datar.
“Pakaian pelaku sama. Ada bercak darah. Semua bukti mengarah ke anak Bapak. Anak Bapak salah satu dari mereka.”
Tapi Bapak tak mendengar. Ia hanya dengar suara hatinya—dan suara tangisku.
Dan tanpa aba-aba... Bapak berlutut. Lalu bersujud.
Kening tua itu membentur lantai berulang kali.