Bertahan atau Hancur

ravella han
Chapter #2

2. Kedatangan wanita itu.

Di sebuah cluster, tempat gerbang utama saja dijaga tiga lapis keamanan, ketenangan biasanya bersisian dengan kemewahan. Jalan-jalan kecil dipagari pohon rapi, rumah-rumahnya berarsitektur modern, dan setiap sudut seakan diciptakan untuk keluarga-keluarga terpandang yang ingin bersembunyi dari hiruk pikuk dunia luar.


Di salah satu sudut cluster itu berdirinya rumah besar keluarga kecil Zenan dan Willa. Bangunannya didominasi kaca dan warna putih Gading sederhana namun elegan-seperti pemiliknya. 


Meski hidup dalam kelimpahan, keluarga itu terkenal paling lembut dan paling mencolok dari kalangan orang-orang terpandang yang mengguncang komplek tersebut. Zenan, putra kedua dari empat bersaudara yang semuanya laki-laki dan hanya berjarak usia setahun, adalah satu-satunya yang tidak pernah benar-benar menikmati sorotan publik. Ketenangannya sering disalahartikan sebagai sikap dingin, padahal kenyataannya ia sekadar terlalu pendiam untuk dunia yang bising.


Willa berbeda tipis darinya. Lahir dari keluarga yang juga kaya raya, meskipun tak sekaya keluarga Zenan. Ia yang tumbuh dengan kepolosannya, dan sifatnya yang terkenal lembut, itu semua tak pudar meski dibesarkan dalam kemewahan. Bersama dua putri mereka, Nara dan Liora, rumah itu menjadi tempat paling hangat.


Hingga hari itu.


Hari ketika kabar yang menggetarkan itu akhirnya menemukan pintunya. 


***


Sore itu hujan tipis, membawa aroma tanah basah yang merayap masuk melalui jendela ruang keluarga. Willa sedang mengikat rambut Liona yang baru selesai berenang, sementara Nara duduk di sofa, menatap ponselnya sambil sesekali mengintip hujan.


Ketukan pintu pagar yang terdengar mantap, tegas, memecah keheningan. 

Lihat selengkapnya