Bertahan atau Hancur

ravella han
Chapter #6

6. Hasil tes DNA

Sudah beberapa hari sejak Valeria berdiri di depan pintu pagar rumah mereka-dan hingga hari ini, ketenangan di rumah Zenan dan Willa tidak pernah benar-benar kembali.


Rumah itu tetap bersih, tetap rapi, tetap wangi lavender seperti biasa... tapi hawa di dalamnya telah berubah. Ada sesuatu yang kosong di udara. Sunyi yang tidak biasanya.


Willa pulang ke rumah hanya untuk tidur. Selebihnya, ia menghabiskan waktu di kantornya yang terletak di pusat kota. Bukan menghindar-setidaknya itulah yang ia ulang-ulang pada dirinya sendiri-hanya memberi ruang agar hatinya tidak meledak.


Zenan tidak memaksa. Ia tahu ia tidak punya hak untuk itu. 


Hari ini pun sama.


Dan hari ini, hasil tes DNA akhirnya keluar.


Zenan duduk di sebuah ruangan di rumah sakit yang terkenal di kota ini. Ruangan itu dingin, terlalu dingin untuk seseorang yang sedang menunggu jawaban yang dapat mengubah seluruh hidupnya. Di hadapannya, tergeletak sebuah amplop putih tebal dengan logo rumah sakit tertera di pojoknya.


Tangan Zenan bahkan sulit berhenti gemetar.


Valeria berdiri tak jauh dari sana, menatapnya dengan wajah yang tampak tenang namun hatinya jelas tidak. Ia menggenggam tas kecilnya dengan kuat. "Buka," ucapnya pelan tetapi tegas. "Aku sudah siap."


Zenan menahan napas. "Aku... aku mau Willa ada di sini."


Valeria menahan helaan napas. Nada suaranya merendah. "Kalau istrimu mau datang, dia sudah duduk di kursi itu dari tadi. Nyatanya, dia memilih untuk tidak ada di sini. Kamu harus terima itu dulu."


Zenan menutup matanya. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan betapa ia berharap istrinya berada di sampingnya hari ini. 


Pintu tiba-tiba diketuk. Zenan refleks menoleh. 


Pintu terbuka - dan Willa masuk.


Willa.  


Dengan wajah tenang yang mematikan, dan ia langsung duduk di samping kanan-tak lupa menjaga jarak seakan orang asing dengan suaminya sendiri.

Lihat selengkapnya