Bertahan atau Hancur

ravella han
Chapter #7

7. Rasa kecewa yang besar

Zenan baru saja sampai ke rumah, langkahnya terdengar berat. Kaki dan tangannya terasa kaku, seolah seluruh tubuhnya menolak menerima kenyataan yang baru saja menamparnya. 


Dia melangkah ke kamar mereka. Pintu setengah terbuka, dan di dalam, Willa tampak sedang mengemas beberapa pakaiannya.


"Sayang..." Zenan memanggil, suaranya serak. 


Willa menoleh sekilas, matanya merah dan tegang. Ia tak menjawab panggilan suaminya, dan bahkan seolah tak menganggap keberadaannya. 


"Will, kamu mau ke mana? Jangan gini, aku mohon," Zenan menambahkan, suaranya hampir pecah. Ia melangkah lebih dekat, tapi Willa tetap diam, tangannya sigap merapikan pakaian ke dalam tas.


Willa menatap Zenan, matanya yang basah menaha amarah dan kecewa. "Zen... aku gak bisa lagi. Aku merasa kamu khianati selama ini. Belasan tahun kita menikah, dan anak itu bahkan umurnya gak beda jauh sama anak kita? Nara yang 14 tahun dan Liora yang 12 tahun, sedangkan anak kamu sama dia? Usianya juga 12 tahun?! Kamu anggap apa selama ini aku, Zen?!!" Tangis Willa yang ditahannya pun pecah.


Zenan menelan ludah, hatinya mencelos. "Aku tahu... aku tahu semua ini salahku. Aku... aku salah karena gak pernah bilang. Tapi itu semua juga karena aku gak tahu, aku gak tahu kalau selama ini anak itu ada. Aku sama sekali gak bermaksud buat khianatin kamu, Will. Tolong, maafin aku..."


Willa mundur dan cepat menepis kala Zenan mencoba meraih tangannya. "Demi Tuhan dan percayalah, aku gak pernah berhenti buat mencintai kamu, Willa. Aku juga gak mau kehilangan kamu, tolong jangan pergi," ucap Zenan memohon.

Lihat selengkapnya