Bertahan atau Hancur

ravella han
Chapter #11

11. Orang tua Zenan

Suara pintu depan dibuka dengan kasar membuat Zenan tersentak. Ia bahkan tidak sempat berdiri dari sofa ruang tamu ketika kedua orang tuanya masuk terburu-buru tanpa mengetuk, wajah keduanya tegang seolah baru mendengar kabar duka yang teramat, seperti kematian.


"Zenan." Suara ayahnya berat dan menggelegar, penuh kemarahan yang ditahan.


Ibunya langsung mendekat, mata memerah bukan karena menangis. Melainkan marah, kecewa, dan syok yang bertumpu menjadi satu. "Kami sudah mendengar semuanya. Apa itu benar, Zenan?" tanya sang ibu, Jisu. "Kamu main apa selama ini di belakangnya Willa? Kenapa bisa kamu setega itu..."


Zenan terdiam. Tenggorokannya mengering. Ia sudah lelah secara emosional sejak Willa pergi, dan sekarang ia harus menghadapi badai lain.


Ayahnya, Jose, menggebrak meja ruang tamu. "Jawab! Apa benar itu anak kamu?! Apa benar kamu pernah—" Ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya, rahangnya mengeras. "Kamu tidak pernah bercerita apa pun, termasuk pada Willa?"


Zenan menunduk, menggenggam rambutnya dengan kedua tangan. "Ayah... Bunda... dengerin aku dulu. Aku... gak tahu harus mulai dari mana. Tapi..."


"Kamu selingkuh?" tanya Jisu pada putra keduanya itu, matanya sudah berkaca-kaca seakan tak menyangka jika putranya bisa melakukan hal sekeji itu dan menyakiti istrinya. "Kamu mengkhianati Willa? Istri kamu sendiri? Kenapa bisa? Dia perempuan. Kamu juga punya anak perempuan, Nara dan Liora. Dan kamu... juga punya Bunda kan? Ibu kamu juga perempuan. Apa kamu lupa semua itu, Zen? Kenapa semua ini bisa terjadi?" Jisu menggelengkan kepalanya beberapa kali dan menatap Zenan sangat tak percaya.


Jose, ayahnya menghela napas berat. "Sekarang... kalau udah begini, Ayah harus bagaimana? Ayah dan Bunda sudah tua, begitupun dengan kamu yang juga bukan anak muda lagi. Ayah cuma minta penjelasan dari kamu, jawab pertanyaan tadi dengan jujur, Zen...!"


Zenan memejamkan mata, napasnya bergetar. "Itu kejadian lama. Tiga belas tahun lalu. Waktu itu mungkin... Nara belum genap usia dua tahun, dan... Willa yang kemudian juga mengandung Liora."


Ibunya memandangnya lama-lamanya seperti sebuah tamparan di wajah.


Lihat selengkapnya