Between (When we find that way)

Rosi Risalah
Chapter #5

Juna: A Canvas of Your life

Sore itu, kegiatan sudah dimulai di Rumah Singgah. Kali ini, anak-anak di Rumah Singgah diajak menggambar dan mewarnai yang difasilitasi oleh Juna sebagai penanggung jawab acara. Juna juga memberikan pilihan karakter kepada anak-anak untuk digambarkan di dinding rumah singgah nantinya.

"Aku mau warna ijooo, ijoo!" celoteh Obi. Dia mengambil pensil warna hijau tua dan mulai mencorat-coret karakter di kertas yang dimilikinya.

"Aku mau kuning," kata Keke.

"Boleh-boleh," Juna paling sering melayani anak-anak dengan sabar. Juna seperti punya bakat ngemong adik-adik, padahal dia adalah anak tunggal. Sepertinya jiwa sebagai kakak berkobar melihat anak-anak yang heboh ini.

"Kak Junaaaa, bantuin Murni!" Murni bahkan tak canggung memperlihatkan gambarnya kepada Juna. Apalagi Juna sangat pandai mengapresiasi karya orang lain. Juna bangga bisa mengajak anak-anak itu berekspresi dan berkreasi sebebas mereka.

"Aku gambar poster buat jualan Kakak," sahut Murni. Coretannya memang tidak rapih khas anak kecil, tapi guratannya penuh makna. Posternya cukup eye catching untuk menarik orang melirik dagangannya. Ada harga, gambar produknya, kartun beberapa kue sus lucu yang memiliki mata dan mulut. Juna mengacungkan jempolnya kepada Murni.

Di sisi lain, Duma juga ikut mewarnai dan menggambar, berbaur bersama anak-anak.

"Seru puol," sahutnya. Apalagi akhir-akhir ini, Duma sering melihat postingan tentang art therapy di fypnya. Bagaimana menggambar pola-pola dan mewarnai bisa menyembuhkan orang-orang dan membuat pikiran lebih rileks. Sederhana namun membantu.

Lihat selengkapnya