Akhir-akhir ini Nala cukup sibuk dengan tugas-tugasnya sebagai kreator konten. Banyak video yang menunggu untuk dibuat dan diposting. Ditambah kegiatan dia sebagai pengurus organisasi himpunan di fakultasnya.
“Hai hai haaaai!” seperti biasa Nala menyapa orang-orang duluan di sekretariat himpunan.
Baju merah mudanya juga sungguh cerah. Prinsip Nala adalah baju cerah membuat mood semakin cerah yang membuatnya mampu menghadapi berbagai masalah. “Apapun itu akan kuhadapi semuanya.. Yuk, mau masalah apalagi sini, maju aja sini!
Saat itu dia bertemu teman-teman di sekretariat yang sibuk mempersiapkan acara Talkshow beberapa minggu lagi.
“Acara nanti, kamu jadi MC lagi loh Nal. Nggak apa-apa?”
“Hah, MC? Bukannya kemarin Mbak Tyas ya?”
"Ada Plan B! Mbak Tyas ada tugas yang lain,"
"Tapi aku kan jadi PDD?*" kata Nala
"Nggak papa. Kamu pas hari-H jadi MC, gitu."
Sebenarnya kesibukannya sudah banyak, namun Nala memang lebih suka sibuk dan bertemu orang-orang. Dia pun hanya mengangguk-angguk dan coba menyesuaikan tugas baru yang diterimanya.
“Ohiya, kalau kamu selow hari ini, bisa bantu kita survey buat konsumsi, nggak? Kalau kamu lowong aja tapi. Anak konsumsi nggak ada yang bisa dihubungi.”
Dalam hati Nala bersungut, kebiasaan nih. Kalau ada yang nggak datang dilimpahkan sama yang datang.
“Kapan tuh?”
“Sore ini, gimana?”
“Boleh deh. Berkabar saja nanti!”
“Siap! Makasih banget ya Nal…”
“Oke!”
Nala suka menyibukkan diri. Dia membuka instagram dan mulai mengunggah instastory. Spill-spill kalau bakal jadi MC di acara beberapa pekan kedepan sambil share poster coming soon kegiatan. Nala juga upload foto dirinya dengan 4 kolase yang memiliki empat ekspresi berbeda. Senang, kaget, cemas, tapi excited. Memang banyak yang bilang Nala sangat ekspresif. Padahal... dia hanya berusaha. Ada banyak hal yang ditutupinya, namun Nala juga harus terlihat baik-baik saja.
Jreng!
Sebuah petikan gitar menggema ke seluruh sekretariat.