Beyond the broken smile

Alifia Ananda
Chapter #1

Chapter 1 : Kelahiran bayi pertama yang cantik #1

Di kota Duri, Riau pada tahun 2001 tengah malam seorang wanita dengan rambut pendek sebahu diikat berponi depan, memakai daster panjang motif batik warna cokelat dengan perutnya yang membesar alias mengandung tiba-tiba air ketuban pecah di bawah rok dasternya jadilah dia merintih kesakitan memegangi perutnya, memanggil seseorang ketika sudah keluar dari kamar mandi dan sudah masuk kedalam kamar.


"Uda! Uda! Tolong!"


Panggilan wanita itu membuat pria yang hanya memakai celana pendek lebar warna abu-abu dan tanpa baju itu bangun dari tidurnya.


Pria itu tanpa lama-lama langsung berjalan menuju ke tempat wanita itu yang diduga istrinya dan langsung menggendong istrinya dengan susah payah menuju kamar.


Di luar kamar, seorang wanita tengah baya pun keluar dengan tergopoh-gopoh dan seorang wanita yang masih muda itupun langsung masuk ke kamar suami istri itu untuk mengambil perlengkapan barang-barangnya.


Sedangkan wanita tengah baya itupun merangkul wanita itupun untuk menuju keluar rumah yang sederhana.


Seorang pria itu memanggil tetangga untuk membantu mereka untuk membawakan wanita itu yang sedang melahirkan.


Syukurlah ada sebuah mobil yang melintas di jalanan samping rumah yang mau menampung mereka. Ternyata itu, mobil saudara dari kalangan wanita tengah baya itu.


Masuklah mereka kedalam mobil begitupun wanita muda yang diduga adiknya wanita hamil itu sudah membawa tas besar berisi perlengkapan ibu dan bayi.


Mobil itupun memulai perjalanan dengan disetir oleh seorang pria yang berusia sekitar 35 tahun.


"Duh kenapa copek bana kalua bayinyo?" Keluh wanita tengah baya itu.


"Anak awak prematur mak, jadi inyo harus melahirkan di Dumai. Indak bisa ka rumah sakik siko" jelas pria itu yang duduk di samping kanan istrinya, ibunya wanita itu duduk di samping kirinya, adiknya wanita itu didepan samping pria itu.


"Lah tahu tompek rumah sakitnyo, Da?" Tanya adiknya wanita itu.


"Tahu, lah di agiah tahu samo pihak rumah sakit nyo tapi sayang nyo kami indak banyak pitih untuak melahirkan" jelas pria itu.


"Lah ado karajo?" Tanya pria itu.


"Alah, kami jualan ketek-ketek di depan rumah ko tapi penghasilannya cuma sampai 2 juta" jelas pria itu.


"Biar awak bantu biayo persalinan Mela ko Dan" usul pria itu.


"Duh makasih pak uwo Hen semoga awak bisa membayar utang iko" balas pria itu yang bernama Edan.


"Iyo samo-samo semoga anak kalian lahir dengan selamat" balas pria itu yang bernama Henry.


"Cewek atau cowok anak kalian meh?" Tanya Henry.


"Cewek dan semoga sajo rancak kayak amaknyo" balas Edan dengan tersenyum cerah sedangkan sang istri hanya tidur dengan bersandar di bahu suaminya.

Lihat selengkapnya