Sampai lulus TK pun dan sudah melakukan foto wisuda dengan disewa baju dan toga lalu berfoto bersama orang tua masing-masing sebelum merayakan kelulusan.
Lulus dari TK, Fia melanjutkan SD ke SDN 017 kecamatan Mandau sedangkan Intan masuk TK di tempat yang berbeda serta suasana yang baru di kota Duri.
Awal masuk kelas 1 SD, gadis kecil itu berusia 7 tahun dan dirinya memakai seragam putih dan rok warna merah pendek selutut tanpa hijab.
Karena rambutnya yang sudah panjang itu, dirinya harus mengikat rambutnya supaya fokus dalam pelajaran.
Tapi gadis itu ingin memotong rambutnya karena gerah tapi sayang sekali ayahnya tak mengizinkan. Jadi mau tak mau, gadis itu menurut supaya tak dimarahi ayahnya.
Meskipun Edan sangat penyayang kepada dirinya tapi beliau juga bisa tegas yang membuat gadis itu takut ayahnya marah.
Seperti ketika dirinya di suruh tidur siang oleh ayahnya tapi gadis itu tak mau alhasil ayahnya membentak gadis itu jadilah dia penurut untuk tidur.
Sedangkan sama ibunya, dia juga takut jika dirinya malas belajar jadilah dia harus rajin belajar supaya pintar dan juara kelas.
Dan waktu kelas 1 SD itu juga, gadis itu ikut kelas mengaji tepatnya kelas pra-dta artinya gadis itu masih dalam tahap belajar iqra dan belum tahap masuk kelas.
Jadi kelasnya di mesjid bukan di kelas seperti dia masuk sekolah pada umumnya.
Di masa SD, dia punya 3 teman cewek yang dia belum tahu umurnya tapi kayaknya masih kecil darinya kecuali si Devi, si gadis berkulit hitam dan manis yang seumuran dengannya sedangkan 2 temannya yang masih kecil bernama Gita dan Riska.
Ketika di kelas 1, gadis itu punya teman cewek yang menyebalkan yang membuat dirinya tak fokus dalam menulis catatan.
Nama temannya adalah Mira yang pintar tapi baik meskipun dia menyebalkan. Seperti ketika gadis itu menulis, Mira mengambil pensilnya dan gadis itu menatap kaget karena tindakan gadis itu jadilah dia membiarkan gadis itu.
Tapi tingkah gadis itu membuat Fia gerah karena dirinya tak juara kelas waktu semester 1. Jadi ketika gadis itu bertingkah lagi di semester 2, makanya gadis itu melawan yang membuat wali kelas dan teman-teman sekelas menatap ke arah kedua gadis itu.
"Issh kenapa sih ambil pensil aku?" Protes Fia.
"Duh kamu itu gak usah menulis sebelum aku selesai" balas Mira santai.
"Gak boleh lagi, aku mau cepat selesai. Karena kamu, aku ketinggalan mulu, dasar banget" balas Fia.
"Eh kamu yang dasar, aku juga ingin cepat selesai" balas Mira marah.
"Makanya jangan lambat jadi orang" balas Fia dengan tatapan tajam yang membuat Mira terdiam sampai guru mereka datang ke meja mereka.
"Ada apa ini Fia, Mira?" Tanya guru kelas 1A dengan tersenyum ramah.
"Gini bu, Mira ambil pensil saya waktu saya menulis catatan" jelas Fia sembari menunjuk Mira.
Dan disamping kiri Fia ada cewek berambut ikat 1 yang mengangguk membenarkan.
"Iya bu, Mira makin lama makin melunjak bu makanya Fia geram" jelas gadis itu yang diketahui bernama Wati yang dari asal Batak.
Mendengar itu, wali kelas mereka mengangguk mengerti.
"Ya sudah, Mira sudah ya tolong jangan lakukan itu lagi atau bisa jadi kamu pindah bangku ya supaya gak ganggu teman kamu" ujar ibu wali kelas namanya ibu Endah.
Mira yang mendengar itupun terdiam dengan wajah cemberut. Berbagai bisikan dari teman-teman sekelas membuat Mira tak nyaman.
"Wah iya Mira tak mau kalah"
"Tapi tak disangka Fia bisa lawan"
"Keren sih Fia bisa lawan"
"Jadi hasil juara satunya karena Mira tak mau kalah"
"Kasihan Fia selama ini"
Mendengar bisikan itu, ibu Endah menegur murid-murid yang lainnya untuk diam dan meminta Mira untuk minta maaf ke Fia. Jadilah Mira pun menjulurkan tangannya minta maaf dan Fia memaafkannya.
"Maaf ya Fia"
"Iya gak papa, aku juga minta maaf" balas Fia.
Setelah uluran tangan terlepas, pelajaran pun dilanjutkan dan para murid kembali menulis catatan di papan tulis.