Beyond the broken smile

Alifia Ananda
Chapter #4

Chapter 4 : Good bye to Duri

Ketika kelimanya mau tampil, banyak yang antusias karena gadis itu siswa populer meskipun dia dijauhi oleh teman dekatnya sendiri.


Serta pada usianya yang ke-12 tahun, gadis itu mendapat menstruasi pertama yang disaksikan oleh ibunya sendiri ketika dia tidur nyenyak di ranjangnya dengan memakai celana panjang warna kuning.


Awal haid itu dia tidak merasakan apa-apa makanya dia santai saja tapi ibunya yang panik lalu menyuruhnya untuk memakai pembalut ibunya tak lupa mengajarinya untuk memakai pembalut yang benar.


Jadi selama haid pun dia harus merasakan memakai pembalut yang dibeli ibunya awalnya tak nyaman apalagi jika bocor, harus terpaksa ganti lagi, atau dia harus merasakan haid tidak teratur di bulan tertentu, dia juga tahu haid tidak boleh memegang Alquran apalagi membacanya makanya ketika ada kelas mengaji dia tidak ikut dan akan ikut di kelas biasa untuk belajar.


Pada tahun 2014 sebelum pelaksanaan acara kelulusan SD, tak sengaja dia menemukan sebuah brosur ikut lomba jadi anggota girlband Indonesia di TV yang dia tonton.


"Wah jadi adiknya Cherrybelle?" Gumam Fia.


"Wah finding Teens?"


"Oke aku ikutan lah tapi gimana ya dengan sekolahku?" Dengan wajah bingung.


"Hmmm... Coba saja deh setelah lulus SD dan ku bicarakan sama ayah dan ibu"


Lalu dia mengeluarkan hp BlackBerry warna hitam untuk mencari kapan audisi jadi anggota girlband dimulai di internet. Hp itu dia dapat dari orang tuanya ketika dia ultahnya setahun yang lalu.


Setelah dia cari dan ternyata audisi offline dimulai pada tanggal 17 Mei di Atrium Bekasi Square.


"Oke semoga aku buat video audisi dan mengirimkan data diri di formulir online ini" tambahnya.


Tapi diam-diam dibalik dinding menuju dapur, sang ibu menatap apa yang dilakukan gadis itu dengan heran.


"Mangalah anak ini?"


"Apa inyo ikut itu?"


"Bagus deh dari pada dia masuk SMP non-online beko" tambahnya dengan tersenyum mengangguk.


Pada awal bulan Mei, Fia fokus belajar untuk mempersiapkan ujian sekolah yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei s/d 21 Mei.


Jadi pada hari sabtu malam, ibunya berdiskusi dengan Fia di kamarnya yang sudah direnovasi.


"Ni, apa rencana setelah lulus SD nanti?" Tanya Mela.


"Oh mau masuk SMP 01 kan itu SMA favorit" jelas Fia.


"Gini ya gak usah masuk SMP itu ya nak" pinta Mela dengan wajah melas.


"Loh SMP 15 boleh?" Tanya Fia dan Mela menggeleng. Melihat itu, Fia menatap heran.


"Jadi gimana dong? Gak mungkin Uni gak lanjut sekolah lagi?" Tanya Fia heran, aktivitasnya membaca bukunya terhenti.


"Home schooling saja" jawab Mela dengan tersenyum lembut.


"Loh terus uni gak punya teman dong?" Tanya Fia.


"Gak usah berharap dapat teman kalo ujung-ujungnya uni dibully" balas Mela dengan tatapan kesal dan Fia mendelik kaget. Gadis itupun terdiam.


"Pokoknya gak usah lah masuk SMP manapun, coba saja home schooling tenang saja ada yang gratis hanya menyediakan laptop dan internet bisa belajar kapan saja" tambah Mela dengan tersenyum tenang sembari mengelus rambut panjang anaknya dengan lembut.


Fia mau tak mau mengangguk.


"Dan juga uni mau ikut jadi anggota girlband di TV kan? Ikut saja lah" tambah Mela dan Fia menatap kaget.


"Loh kok ibu tahu?" Tanya Fia.


"Iya pokoknya kalo mau, ikut sajalah daripada di anggurin tuh bakat. Ibu lebih takut uni masuk SMP yang isinya belum tentu teman yang baik dan jika gak lolos audisi, gak papalah" jelas Mela dan Fia pun tersenyum langsung beranjak memeluk ibunya.


"Terima kasih ya bu, doakan uni lolos dan jadi artis di sana"


Lihat selengkapnya