Bhairava

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #7

Kala Chakra

Satu hari setelah pembukaan wilayah Jonggring Saloka di pagi hari, hari itu selasa 1 Januari 2013, akhirnya tersisa Alim dan Shafa beserta keluarganya yang akan segera pamit pulang juga.

“Ihsan, nampaknya kau menegakkan dharma lebih baik dariku, roda waktu terus berlalu, tak terasa sekarang sudah lebih dari setahun semenjak aku pergi dari negeri ini, aku rasa aku harus lebih serius menggapai mimpiku untuk menumpas adharma besar dari dunia, meskipun aku tau selama kala chakra terus berputar adharma akan terus bermunculan tapi setidaknya aku berusaha menumpas yang sudah terlalu besar,” ucap Alim.

“Hahaha, semoga mimpimu terwujud cak, tapi jangan sendirian melakukannya, capek kayaknya hahaha,” ucap Ihsan.

“Iya Ihsan, dah aku pulang dulu ya dek,” ucap Alim sembari pergi dari sana menuju vimananya untuk pergi menuju Devaloka, meninggalkan Ihsan di keraton barunya.

“Sekarang tinggal kalian, kenapa kalian belum pulang, tidakkah kalian banyak urusan, pak Akhmad, bu Rani,” ucap Ihsan.

“Gimana ya, Shafa masih betah disini, kau ada kamar untuk sekeluarga kah Ihsan, barangkali kami menginap,” ucap Akhmad.

“Ada sih, tapi kan kalian banyak urusan, bukannya bagus kalau langsung pulang,” ucap Ihsan.

“Iya pak, astaga kalau disini terus malah akan merepotkan nak Ihsan, sudah ayo pulang, eh Shafa ayo pulang nak,” ucap Rani.

“Atau kau ambil aja Shafa sekarang, itung-itung kenalan juga,” ucap Rafi.

“Gak bisa, kau yang benar saja saudarimu sendiri kau buang, anak gadisku itu,” tegur Akhmad.

“Lah Shafa juga sering menggigau Ihsan kok, aku sampai gak bisa bersantai malam hari karena dia membuat makanan dan berhalusinasi,” ucap Rafi.

“Eh nak, gak boleh ngomongin kekurangan keluarga sendiri,” ucap Rani.

“Gabisa Rafi, ini keraton untuk kerja, aku sudah membagi ruangannya dan sudah penuh bilik-biliknya, hmm ada satu tempat sih yang masih kosong yaitu tempatku tinggal dipuncak kailash, tapi hanya aku yang tinggal disana, masak aku berduaan sama Shafa disana, eh ada cemol, kuncoro dan santoso sih, mereka bakal teritorial gak ya, yang jelas belum bisa, gak boleh pria dan wanita belum menikah berduaan,” ucap Ihsan.

“Lah kalian kan gak berduaan, itu ada cemol, kuncoro dan santoso, dua cewek tiga cowok, kau tidur bareng kuncoro dan santoso, Shafa tidur bareng cemol, eh si cemol ini laki-laki atau perempuan,” tanya Rafi.

“Eee sebenarnya mereka bertiga binatang peliharaanku, cemol itu kucing jantan, kuncoro itu lembu nandi dan santoso itu ular vasuki hehe,” ucap Ihsan.

“Hadeeh aku baru tau itu nama binatang, gak jadi lah,” ucap Rafi.

“Dah ya kami pulang,” ucap Akhmad.

“Bentar papa, aku hampir selesai,” ucap Shafa dari kejauhan.

Lalu beberapa saat kemudian dia datang membawa sesuatu.

“Hah apalagi itu,” pikir Ihsan.

Lihat selengkapnya