Bidadari Dari Negeri Ginseng

Bias Divhanka
Chapter #2

Jejak yang Tak Bisa Disembunyikan

Pagi datang bersama cahaya matahari musim semi yang menyelinap melalui celah tirai.

Seo Yeon duduk di meja makan bersama keluarganya. Suasana berjalan seperti biasa. Ayahnya membaca koran, ibunya menikmati teh hangat, sementara nenek sesekali berbincang dengan Hae-rin. Namun bagi Seo Yeon, semuanya terasa berbeda.

Kini, ia membawa sebuah rahasia besar di dalam dirinya. Dan setiap kali memandang wajah keluarganya, rasa bersalah itu kembali muncul. Apa mereka akan membenciku jika tahu?

“Seo Yeon.” Suara ayahnya, Han Seok-jin, membuatnya tersentak.

“Ya, Appa?”

“Kau terlihat melamun.”

Seo Yeon memaksakan senyum. “Aku hanya sedikit lelah.”

Han Seok-jin mengangguk singkat. Namun tatapannya menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya percaya.

Hari-hari berikutnya berlalu dalam kegelisahan. Seo Yeon tetap bekerja. Tetap menjalani rutinitas seperti biasa. Namun setiap malam, ia selalu kembali pada hal yang sama. Belajar. Membaca. Mencari tahu lebih banyak tentang Islam, tentang Al-Qur’an, tentang kehidupan yang selama ini tidak pernah ia kenal.

Semakin banyak yang ia pelajari, semakin ia merasa ada sesuatu yang selama ini hilang dari hidupnya. Sesuatu yang kini perlahan mulai ia temukan.

Suatu malam, ketika sedang membaca terjemahan Al-Qur’an melalui ponselnya, sebuah ayat membuatnya terdiam. Ia membacanya berulang kali. Lalu menempelkan telapak tangan ke dadanya.

Entah mengapa, matanya mulai basah. Perasaan damai yang sulit dijelaskan memenuhi ruang hatinya. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun hidup dalam kemewahan, ia merasa tidak lagi kosong.

---

Ribuan kilometer dari Seoul.

Malam turun di Ciwidey bersama udara pegunungan yang terasa dingin. Suara jangkrik terdengar sayup-sayup, berpadu dengan lantunan ayat Al-Qur’an dari pengeras suara masjid pesantren.

Di bawah cahaya lampu yang temaram, seorang pemuda bernama Dirgantara duduk bersila sendirian di teras asrama. Tangannya memegang mushaf yang belum lama ia pelajari.

Lihat selengkapnya