Bidadari Dari Negeri Ginseng

Bias Divhanka
Chapter #3

Pilihan yang Memecah Keheningan

“Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan, Seo Yeon?”

Suara Han Seok-jin terdengar berat. Tidak keras. Namun justru itu yang membuat Seo Yeon semakin gugup.

Tangannya terasa dingin. Jantungnya berdegup kencang. Selama beberapa detik, ia tak mampu menjawab.

Han Seok-jin mengangkat ponsel itu sedikit lebih tinggi. “Jawab pertanyaanku.”

Seo Yeon menelan ludah. “Itu hanya bahan bacaan.”

“Bahan bacaan?” Ayahnya tertawa pendek. Namun tak ada kehangatan di sana.

“Panduan salat untuk pemula?” lanjutnya.

Keheningan memenuhi ruangan.

Kim Eun-hee, ibu Seo Yeon, yang baru saja keluar dari dapur langsung menghentikan langkahnya.

Hae-rin yang berada di tangga juga membeku.

Semua orang menyadari bahwa sesuatu sedang terjadi. Dan sesuatu itu bukanlah hal kecil.

“Apa kau sedang mempelajari Islam?”

Akhirnya, Han Seok-jin mengucapkan pertanyaan yang selama ini hanya menjadi kecurigaan.

Seo Yeon memejamkan mata sesaat. Lelah. Ia lelah bersembunyi. Lelah berpura-pura. Lelah mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Perlahan, ia mengangkat wajah lalu mengangguk. “Ya.”

Ruangan mendadak terasa sunyi. Mata Kim Eun-hee membesar. Sementara Han Seok-jin hanya menatap putrinya tanpa berkedip, seolah berharap jawaban itu hanyalah sebuah lelucon.

Namun tidak. Seo Yeon berdiri di sana. Dan untuk pertama kalinya, ia mengatakan kebenaran. “Aku sedang mempelajari Islam.”

Malam itu menjadi malam yang panjang. Mereka berkumpul di ruang keluarga. Tak ada televisi. Tak ada percakapan ringan. Hanya ketegangan yang memenuhi udara.

Han Seok-jin duduk dengan wajah keras. Kim Eun-hee tampak gelisah. Nenek Yoon Hye-sook terlihat khawatir. Sedangkan Hae-rin hanya diam.

“Sejak kapan?” tanya Han Seok-jin.

“Sejak pulang dari Indonesia.”

“Ada yang memengaruhimu?”

“Tidak.”

“Jangan bohong.”

“Tidak ada yang memaksaku.” Seo Yeon berusaha tetap tenang. “Aku membaca sendiri. Aku belajar sendiri. Aku mencari tahu sendiri.”

Lihat selengkapnya