Bidadari Dari Negeri Ginseng

Bias Divhanka
Chapter #7

Langit yang Asing

Udara malam Seoul terasa jauh lebih dingin daripada biasanya.

Seo Yeon berdiri di tepi jalan dengan koper kecil di sampingnya. Lampu-lampu kota masih menyala. Mobil berlalu-lalang. Orang-orang berjalan dengan tujuan masing-masing.

Namun tidak dengannya.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak tahu harus pulang ke mana.

Rumah yang selama ini menjadi tempatnya kembali telah ia tinggalkan. Dan kini...

Ia hanya memiliki dirinya sendiri.

Angin malam menerpa wajahnya. Seo Yeon menarik napas panjang, mencoba menenangkan hati yang masih berantakan.

Tangannya menggenggam ponsel. Nama Hae-rin masih berada di layar, sebagai penanda panggilan terakhir mereka beberapa menit lalu.

Tangis adiknya masih terngiang di telinganya.

“Kalau keadaan membaik, pulanglah, Yeon-ssi.”

Kalimat itu membuat dadanya kembali sesak. Namun ia tahu, malam ini belum waktunya pulang.

Setelah berjalan cukup lama, Seo Yeon berhenti di depan sebuah bangunan sederhana. Bangunan itu milik seorang muslimah tua yang pernah dikenalnya di masjid. Namanya Lee Min-jung, seorang mualaf Korea yang telah memeluk Islam selama lebih dari dua puluh tahun.

Beberapa waktu lalu, ketika keduanya bertemu di sebuah masjid, wanita itu pernah berkata:

“Kalau suatu hari kau membutuhkan bantuan, jangan sungkan menghubungiku.”

Saat itu, Seo Yeon hanya tersenyum. Ia tidak pernah menyangka kalimat itu akan menjadi penyelamatnya.

Pintu terbuka.

Lee Min-jung muncul dengan wajah terkejut.

Lihat selengkapnya